Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Longsor Sei Lancang Tutup Badan Jalan, BPBD Nunukan Ingatkan Potensi Longsor Susulan

Asrullah RT • Senin, 1 Juni 2026 | 18:40 WIB
PENGECEKAN : Personel BPBD Nunukan saat melakukan pemantauan di lokasi longsor. 
PENGECEKAN : Personel BPBD Nunukan saat melakukan pemantauan di lokasi longsor. 

NUNUKAN - Curah hujan tinggi yang terjadi pada Minggu (31/5) tak hanya membuat sejumlah rumah di Sei Mengkadu terendam banjir. Berdasarkan pantauan BPBD Nunukan, tanah longsor juga terjadi di Kampung Tengah, Sei Lancang, Kelurahan Nunukan Selatan, pada Senin (1/6).

Kasubid Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Dan material tanah longsor dari ketinggian tebing sekitar 5 meter. Dampaknya, longsoran tersebut menutupi sebagian badan jalan. 

"Dari hasil pemantauan, panjang longsoran kurang lebih 15 meter dengan tinggi sekitar 5 meter. Material tanah memang turun ke badan jalan, tetapi hanya menutup tipis sehingga akses masyarakat masih bisa dilalui dengan lancar," ucap Hasanuddin, Senin (1/6). 

Menurutnya, kondisi ini harus menjadi perhatian serius. Sebab, dilihat dari kondisi tanah pasca longsor dimungkinkan terjadi longsor susulan. "Kami ingatkan adanya potensi longsor susulan jika hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut," jelasnya.

Menurutnya, faktor utama yang meningkatkan risiko longsor susulan adalah minimnya vegetasi di bagian atas tebing. Tidak adanya pohon berakar kuat membuat struktur tanah menjadi lebih mudah bergerak saat jenuh oleh air hujan.

"Jika melihat kondisi tanah di atas longsoran, hampir tidak ada pohon yang berfungsi sebagai penahan. Ini yang menjadi perhatian kami karena ketika hujan deras turun lagi, kemungkinan terjadi longsor susulan masih cukup besar," tambahnya.

Untuk itu, BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi agar lebih waspada, terutama saat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi dalam waktu lama. Selain itu, pengguna jalan yang melintas juga diminta berhati-hati, khususnya pada malam hari atau saat hujan turun. 

"Kami minta warga memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Jika muncul retakan baru pada tanah, suara gemuruh dari lereng, atau ada bagian tanah yang mulai bergerak, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti lebih cepat," pintanya.

Ditambahkan, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Hal ini menjadi faktor yang harus diwaspadai bersama. Dan BPBD Nunukan akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. 

"Kondisi saat ini memang masih aman dilalui, tetapi masyarakat jangan lengah. Potensi longsor susulan tetap ada selama curah hujan masih tinggi dan kondisi lereng belum stabil," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#BENCANA LONGSOR #bpbd #nunukan #longsor