NUNUKAN - Tahapan awal kegiatan penelitian keanekaragaman hayati di lanskap Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) telah dimulai. Tim peneliti gabungan bersama anggota Resort Krayan baru saja merampungkan sosialisasi kegiatan riset di Desa Pa Raye, Kecamatan Krayan Timur mendapat sambutan hangat dari masyarakat serta perangkat desa.
Kepala Balai TN Kayan Mentarang, Seno Pramudito mengatakan, sosialisasi yang dilakukan merupakan langkah wajib untuk meminta izin sekaligus membangun kesepahaman bersama masyarakat adat sebelum para ilmuwan terjun langsung ke dalam hutan kawasan Krayan.
Berdasarkan laporan di lapangan, persiapan teknis kini tengah dimatangkan. Kebutuhan perlengkapan dan logistik tim peneliti gabungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Smithsonian Institution dijadwalkan akan segera tiba di Desa Pa Raye dalam waktu dekat.
"Begitu seluruh keperluan logistik tersebut rampung didistribusikan, kegiatan observasi dan pengambilan data lapangan akan langsung bergerak secepatnya," ucap Kepala Balai TN Kayan Mentarang, Seno Pramudito, Senin (1/6).
Dijelaskan, kehadiran tim peneliti ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Bahkan Camat Krayan Timur secara langsung menyatakan keterbukaannya dan menerima dengan baik rencana kegiatan penelitian yang akan dilangsungkan di wilayahnya.
Camat Krayan Timur, Marjuni juga menitipkan pesan dan harapan khusus kepada tim ilmuwan serta jajaran TNKM terkait tindak lanjut dari riset tersebut. "Harapannya, hasil dari penelitian ini dapat disampaikan ke kami. Hasil riset ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat Krayan Timur khususnya Desa Pa Raye. Terutama untuk mengedukasi generasi muda di desa," jelasnya.
Baginya, proses transfer pengetahuan (transfer of knowledge) antara akademisi, pengelola kawasan, dan masyarakat adat dibutuhkan. Serta, keterlibatan aktif warga, khususnya generasi muda Desa Pa Raye, diharapkan tidak hanya mempermudah operasional penelitian, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan.
"Agar terus menjaga kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati di bentang alam Kayan Mentarang ke depannya," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT