NUNUKAN - Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah membawa kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan. Bantuan sapi kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto disalurkan ke wilayah Lancang sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi hingga ke pelosok perbatasan negeri.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemerintah Kabupaten Nunukan, Hairil mengatakan, bantuan sapi kurban dari Presiden RI ditempatkan di wilayah Lancang dengan menggunakan dua ekor sapi lokal.
Hal tersebut dilakukan karena keterbatasan bobot sapi di daerah perbatasan yang belum mampu memenuhi standar bantuan Presiden apabila hanya menggunakan satu ekor sapi. Sebab, bantuan sapi kurban Presiden memiliki ketentuan bobot hidup minimal sekitar 800 kilogram.
“Untuk bantuan sapi Presiden ditempatkan di Lancang, dengan bobot sapi hidup 800 kilogram, sulit dipenuhi satu ekor sapi lokal, jadi menggunakan dua ekor sapi,” ujar Hairil, Senin (25/5).
Selain bantuan Presiden, Pemerintah Kabupaten Nunukan juga menyalurkan sebanyak 17 ekor sapi kurban ke sejumlah masjid dan wilayah di Nunukan dan Sebatik. Seluruh proses distribusi hewan kurban tersebut telah rampung dilakukan pada hari yang sama. “Semua sapi kurban sudah disalurkan hari ini, penyaluran terakhir juga sudah selesai,” singkatnya.
Hairil menjelaskan, penyaluran sapi kurban dilakukan secara merata agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Terutama warga di wilayah perbatasan dan daerah yang membutuhkan.
Adapun lokasi penerima bantuan diantaranya Islamic Center, Masjid Miftahul Khair, Masjid Al-Aziz, Masjid Subussalam Pasar Baru, hingga Masjid Al-Watiah di Sebatik. Masing-masing lokasi menerima satu ekor sapi dengan bobot hidup berkisar antara 350 hingga 450 kilogram.
"Seluruh sapi yang disalurkan merupakan sapi lokal asal Nunukan dan Sebatik. Penyalurannya menyebar di beberapa titik, termasuk wilayah Sebatik,” jelasnya.
Ia menambahkan, jumlah bantuan sapi kurban dari Pemerintah Kabupaten Nunukan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini Pemkab Nunukan menyalurkan 17 ekor sapi kurban, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya delapan ekor.
Menurutnya, penggunaan sapi lokal tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan kurban, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap para peternak daerah. “Bobotnya berkisar 350 sampai 450 kilogram dan semuanya merupakan sapi lokal Nunukan,” pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT