NUNUKAN - Upaya memperkuat deteksi dini terhadap potensi ancaman di wilayah perbatasan terus digencarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Nunukan sosialisasi komunikasi sosial kewaspadaan dini digelar di Kecamatan Sebatik Barat.
Kepala Bakesbangpol Nunukan, Hasan Basri mengatakan, komunikasi sosial kewaspadaan dini dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG).
"Ininmerupakan salah satu langkah pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna menjaga stabilitas wilayah," ucap Hasan Basri, Minggu (24/5).
Menurutnya, perkembangan situasi sosial di tengah masyarakat saat ini menuntut adanya kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat terhadap berbagai bentuk ATHG yang berpotensi mengganggu keamanan maupun ketertiban umum.
“Pencegahan dini menjadi langkah penting agar berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat dideteksi lebih awal sehingga penanganannya dapat dilakukan secara cepat, tepat dan terukur,” bebernya.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang efektif antara pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah. Khususnya wilayah perbatasan seperti Kecamatan Sebatik Barat yang memiliki posisi strategis.
"Materi yang disampaikan berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga persatuan, memperkuat toleransi sosial. Kemudian, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta membangun budaya kewaspadaan dini terhadap berbagai potensi konflik maupun gangguan sosial," tambahnya.
Ditempat yang sama, Tokoh Agama, Zahri Fadli mengajak seluruh lapisan masyarakat agar terus memperkuat nilai-nilai kebersamaan, saling menghormati perbedaan serta menjaga kerukunan antarwarga. Sebab, ini merupakan pondasi utama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis.
Ia berharap, komunikasi sosial kewaspadaan dini diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas wilayah Kabupaten Nunukan.
"Melalui kebersamaan dan sinergi yang terjalin baik antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta generasi muda, diharapkan tercipta situasi yang aman, damai, harmonis dan kondusif di Kabupaten Nunukan, khususnya di wilayah Kecamatan Sebatik Barat," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT