NUNUKAN - Kondisi banjir yang sempat melanda wilayah Kecamatan Krayan Timur telah surut. Namun, pasca banjir yang terjadi berimbas pada jembatan yang menghubungkan antara kecamatan mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Camat Krayan Timur, Marjuni mengatakan, banjir terjadi pada Selasa (19/5) lalu sempat mengganggu akses warga dan aktivitas sehari-hari. Kemudian pada Rabu dan Kamis, debit air telah surut. Dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
“Di hari Rabu dan Kamis kondisi banjir sudah surut, kegiatan aktivitas masyarakat sudah kembali berjalan normal,” ucap Marjuni, Jumat (22/5).
Dijelaskan, banjir yang terjadi meninggalkan dampak kerusakan di beberapa titik jalan dan jembatan penghubung antarwilayah. Sehingga, langkah penanganan sementara dilakukan. "Masyarakat bergerak cepat melakukan perbaikan secara swadaya melalui gotong royong," singkatnya.
Menurutnya, sejumlah kerusakan yang masih memungkinkan ditangani warga telah mulai diperbaiki bersama agar akses transportasi tidak lumpuh terlalu lama. “Beberapa titik jalan dan jembatan yang rusak, yang dapat ditangani masyarakat sudah dilakukan penanganan lewat kerja gotong royong,” tambahnya.
Hal senada yang disampaikan Kepala Desa Pa’ Betung, Aprem mengungkapkan ia bersama masyarakat melakukan pengerjaan dalam satu hari demi memastikan akses pelajar tidak terganggu.
Menurutnya, jika perbaikan tidak segera diselesaikan, maka akses siswa-siswi SMP dan SMA menuju sekolah akan terdampak. Dan, seluruh masyarakat turun langsung membantu proses perbaikan, khususnya laki-laki di Desa Pa’ Betung yang bahu-membahu memperbaiki akses yang rusak akibat banjir.
"Kalau tidak diselesaikan dalam satu hari tentunya berdampak kepada akses anak sekolah,” pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT