NUNUKAN - Kondisi berbeda terjadi di Kecamatan Sembakung dibandingkan dengan Kecamatan Lumbis. Berdasarkan pantauan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Tinggi Muka Air (TMA) di Kecamatan Sembakun mengalami kenaikan pada Selasa (19/5).
Kepala Subsi Bidang Penyelamatan dan Evaluasi BPBD Nunukan, Hasanuddin mengatakan, kondisi air di wilayah Kecamatan Sembakung pada pukul 07.30 WITA mengalami kenaikan akibat kiriman air dari Kecamatan Lumbis. Dan TMA terpantau diketinggian 3,60 meter naik 20 centimeter dari posisi 3,40 meter pada Senin (18/5).
"Terjadi kenaikan 60 centimeter daribposisi normal permukaan air sungai di 3 meter. Dan dengan kondisi ini aktifitas masyarakat masih berjalan normal," ucap Hasanuddin, Selasa (19/5).
Dijelaskan, karena kondisi ini sesuai dengan pantauan personel di lapangan, wilayah terdampak banjir berada di Desa Atap. Dimana, pemukim warga mulai terendam banjir.
"Daerah terdampak di Kecamatan Sembakung yakni 2 RT di Desa Atap, Sembakung. Kondisinya, air menggenangi pemukiman setinggi 60 centimeter," jelasnya.
Ia menegaskan, upaya penanganan yang dilakukan dengan terus memantau kondisi ketinggian muka air dan melakukan pemantauan wilayah yang dampak banjir. Tak hanya itu, koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa juga dilakukan.
Kemudian, peralatan penanggulangan bencana bersama personil dari BPBD Pos Kecamatan, kecamatan dan desa disiapkan. "Untuk armada mobil slip on BPBD, kendaraan motor roda 2 BPBD dan long boat telah standby," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT