NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kawasan perbatasan sebagai garda terdepan kedaulatan negara.
Berbagai persoalan strategis yang masih menghantui wilayah perbatasan. Mulai dari penyelundupan, peredaran narkoba, perdagangan orang hingga ketimpangan ekonomi dengan negara tetangga, dinilai memerlukan langkah bersama lintas sektor.
Itu diungkapkan Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Kawasan Perbatasan Kabupaten Nunukan di Ruang Pertemuan Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Selasa (12/5).
Ia menegaskan bahwa kawasan perbatasan bukan sekadar wilayah administratif, melainkan beranda depan bangsa yang mencerminkan hadirnya negara di tengah masyarakat.
“Wilayah perbatasan adalah wajah kedaulatan negara. Karena itu, pembangunan di kawasan ini harus menjadi perhatian bersama,” ucap Hermanus.
Ia mengungkapkan, tantangan di wilayah perbatasan sangat kompleks dan tidak bisa ditangani secara parsial. Persoalan seperti, penyelundupan, tindak pidana perdagangan orang, hingga kemiskinan dan ketimpangan ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Menurutnya, pembangunan kawasan perbatasan membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat TNI/Polri, pelaku usaha hingga tokoh masyarakat.
“Pembangunan kawasan perbatasan tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah daerah. Harus menggunakan sistem keroyokan, semua pihak wajib mengambil peran sesuai tugas dan fungsinya,” ujarnya.
Melalui rakor tersebut, Hermanus berharap tercipta kesamaan persepsi dan penguatan koordinasi antarinstansi agar lahir langkah konkret dalam menangani berbagai persoalan di lapangan.
Ia juga menekankan pentingnya kebijakan pembangunan yang tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, pertahanan negara hingga penguatan nasionalisme masyarakat perbatasan.
Tak hanya itu, Hermanus meminta forum rakor dimanfaatkan secara maksimal sebagai ruang diskusi terbuka untuk menyampaikan berbagai kendala yang selama ini dihadapi. “Silakan sampaikan setiap unek-unek dan ganjalan yang ada agar bisa dibahas dan dicarikan solusi bersama,” katanya.
Di akhir sambutannya, Hermanus optimistis kawasan perbatasan Nunukan dapat berkembang menjadi wilayah yang maju, sejahtera, dan bermartabat apabila seluruh pihak memiliki komitmen yang sama dalam membangun daerah perbatasan.
“Saya percaya rasa bangga dan nasionalisme masyarakat perbatasan akan semakin kuat jika pemerintah benar-benar hadir melalui pembangunan yang nyata dan berkelanjutan,” pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT