NUNUKAN – Sektor pariwisata di Kabupaten Nunukan menunjukkan tren positif pada periode Maret 2026. Berdasarkan data terbaru, baik tingkat hunian hotel maupun jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kepala BPS Kabupaten Nunukan Dr. Iskandar Ahmaddien mengungkapkan, okupansi hotel tumbuh positif. Itu terlihat dari Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kabupaten Nunukan pada Maret 2026 tercatat sebesar 17,50 persen.
Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 3,38 poin dibandingkan dengan Maret 2025 yang hanya mencapai 14,12 persen. Meski secara tahunan meningkat, TPK Maret 2026 tercatat mengalami penurunan jika dibandingkan dengan capaian bulan sebelumnya.
"Dalam setahun terakhir, produktivitas jasa akomodasi tertinggi terpantau terjadi pada Desember 2025 dengan angka 29,07 persen," ucap Dr. Iskandar Ahmaddien.
Lanjutnya, berdasarkan durasi menginap tamu asing meningkat peningkatan tajam. Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) gabungan antara wisatawan asing (WNA) dan domestik (WNI) pada Maret 2026 tercatat selama 1,45 hari, naik 0,32 hari dari tahun sebelumnya.
Dan secara spesifik, durasi menginap tamu asing mengalami lonjakan signifikan menjadi 2,13 hari, naik 1,10 hari dibandingkan Maret 2025. Sementara itu, wisatawan domestik memiliki rata-rata lama menginap selama 1,43 hari.
"Menariknya, RLMT bagi tamu asing pada Maret 2026 ini menunjukkan tren kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, berbanding terbalik dengan RLMT tamu domestik yang justru menurun," rincinya.
Tak hanya itu, terjadi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) juga terjadi lonjakan. Arus masuk wisman melalui pintu keimigrasian Kabupaten Nunukan pada Maret 2026, tercatat sebanyak 1.411 kunjungan wisman. Jumlah ini meningkat sebanyak 416 kunjungan dibandingkan Maret 2025.
Lonjakan ini dinilai cukup signifikan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sejarah mencatat bahwa dalam satu tahun terakhir, puncak kunjungan tertinggi terjadi pada Desember 2025 dengan total 3.104 kunjungan, sementara titik terendah berada pada April dan Mei 2025 di mana tidak tercatat adanya kunjungan wisman sama sekali.
"Dengan meningkatnya jumlah kunjungan dan durasi menginap tamu asing, sektor pariwisata diharapkan dapat terus menjadi pendorong ekonomi bagi Kabupaten Nunukan di masa mendatang," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT