Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Anak PMI di Ladang Sudut Jasa Ditanamkan Semangat Kebangsaan dan Anti Bully

Asrullah RT • Senin, 11 Mei 2026 | 16:01 WIB
EDUKASI : Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin saat berinteraksi dengan puluhan siswa-siswi di CLC Sudut Jasa. 
EDUKASI : Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin saat berinteraksi dengan puluhan siswa-siswi di CLC Sudut Jasa. 

NUNUKAN - Konsulat RI Tawau kembali melaksanakan Consulate Goes to CLC di Ladang Sudut Jasa milik Syarikat Teck Guan. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 siswa Sekolah Dasar (SD) yang merupakan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI). 

Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin mengatakan, Consulate Goes to CLC yang dilaksanakan merupakan upaya untuk menguatkan nilai-nilai kebangsaan kepada para siswa sekaligus menyampaikan kampanye sekolah aman tanpa bully di lingkungan CLC.
 
"Para siswa harus bangga sebagai anak Indonesia. Meski mayoritas lahir di Sabah-Malaysia dan tumbuh kembang di lingkungan ladang sawit, para siswa diminta untuk memperdalam pengetahuan tentang Indonesia, negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau dan 1.300 suku bangsa," ucap Dino Nurwahyudin, Senin (11/5). 
 
Dihadapan para siswa-siswi, ia bercerita Bangsa Indonesia terkenal sebagai negara agraris yang mempunyai beragam produk pertanian ekspor unggulan. Seperti kelapa sawit, karet, kopi, coklat dan lain-lain.

Dan Indonesia juga telah memiliki kemampuan penguasaan teknologi tinggi di sektor industri transportasi, seperti kemampuan Indonesia dalam memproduksi pesawat, kapal laut, dan kereta api.
 
“Jadilah anak Indonesia yang pintar dengan cara rajin dan sungguh-sungguh belajar agar kelak ikut aktif mengisi kemerdekaan dengan membangun Indonesia sebagai bangsa besar. Masa depan Indonesia ada di tangan anak-anak sekalian,” jelasnya.

Lanjutnya, para siswa-siswi dibekali edukasi anti buli. Dan sebagai generasi bangsa harus menjadikan sekolah aman tanpa buli. Menurutnya, ada beragam jenis-jenis buli, ciri-ciri, risiko, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan akibat perilaku buli di lingkungan sekolah.
 
"Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa CLC semakin memiliki semangat kebangsaan, rasa percaya diri, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghormati," tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tki #anak pmi #malaysia #pekerja migran indonesia