NUNUKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mengungkapkan keadaan angkatan kerja Kabupaten Nunukan pada 2025. Data yang dihimpun melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 ini memberikan gambaran krusial mengenai kondisi ketenagakerjaan. Mulai dari tingkat partisipasi angkatan kerja, hingga profil pengangguran di Kabupaten Nunukan.
Kepala BPS Kabupaten Nunukan Dr. Iskandar Ahmaddien mengatakan, berdasarkan potensi penduduk usia kerja hjngga Agustus 2025, jumlah Penduduk Usia Kerja (PUK) di Nunukan tercatat sebanyak 164.363 orang. Dari total tersebut, komposisi laki-laki mencapai 53,37 persen (87.725 orang) dan perempuan sebesar 46,63 persen (76.638 orang).
"Dilihat dari sisi geografis, penduduk usia kerja masih didominasi oleh warga di wilayah perkotaan sebesar 52,80 persen," ucap Kepala BPS Nunukan Dr. Iskandar Ahmaddien, Jumat (1/5).
Dijelaskan, melihat dinamika angkatan kerja, jumlah angkatan kerja di Nunukan pada 2025 tercatat sebanyak 118.765 jiwa. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 2.434 jiwa dibandingkan 2024 sebanyak 121.199 jiwa.
"Secara proporsional, angkatan kerja laki-laki masih mendominasi pasar kerja dengan jumlah mencapai 77.138 orang, atau hampir dua kali lipat dibandingkan angkatan kerja perempuan yang berjumlah 41.627 orang," sebutnya.
Kemudian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Nunukan berada di level 72,26 persen. Terdapat disparitas gender yang cukup lebar pada angka TPAK, di mana partisipasi laki-laki menyentuh 87,93 persen, jauh di atas partisipasi perempuan yang sebesar 54,31 persen.
"Untuk indikator pengangguran dan karakteristik pekerja, kabar baiknya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Nunukan pada Agustus 2025 tercatat cukup rendah, yakni sebesar 2,61 persen. Sementara, TPT Perkotaan 3,77 persen dan TPT Perdesaan 1,40 persen," rincinya.
Dan mayoritas penduduk yang bekerja merupakan mereka yang berada pada usia prima 25 hingga 54 tahun dengan persentase mencapai 67,95 persen. Sementara itu, pekerja usia muda 15–24 tahun berkontribusi sebesar 16,84 persen dan pekerja usia tua 55 tahun ke atas sebesar 15,21 persen.
Selanjutnya, kelompok bukan angkatan kerja Sebanyak 28,88 persen, dan penduduk usia kerja di Nunukan masuk dalam kategori bukan angkatan kerja. Kelompok ini didominasi yang mengurus rumah tangga sebesar 19,12 persen, bersekolah sebesae 6,83 persen, dan kegiatan lainnya.
Menariknya, terdapat perbedaan aktivitas yang signifikan antar gender di mana 35,88 persen perempuan usia kerja fokus mengurus rumah tangga, sementara pada laki-laki hanya sebesar 2,35 persen. Baginya, data ketenagakerjaan merupakan instrumen vital bagi pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
“Penurunan jumlah angkatan kerja dan profil pengangguran yang lebih rendah di pedesaan menjadi catatan penting bagi evaluasi kebijakan ekonomi daerah. Kami berharap publikasi ini dapat membantu para pemangku kepentingan dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan berkualitas,” pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT