NUNUKAN - Peningkatan layanan kesehatan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Itu dibuktikan dengan layanan kesehatan kepada 243 warga di Kecamatan Lumbis Hulu dan Lumbis Pansiangan.
Program yang dicanangkan melalui Pelayanan Dokter Terbang Terapung, Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) 2026 ini berlangsung selama 4 hari. Dimana, tim medis yang dipimpin drg. Prio Adjie Andarusasi bersama 14 orang tenaga medis lainnya.
Ia bercerita, dengan kondisi geografis yang menantang, mulai dari jalur sungai hingga medan darat yang berat, tim harus berjuang ekstra untuk menjangkau lokasi pelayanan. Namun, semangat pengabdian dan komitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah DTPK tetap menjadi prioritas utama.
"Tim menjangkau sejumlah desa yang sulit diakses. Seperti, Desa Panas dan Desa Tao Lumbis di Kecamatan Lumbis Hulu, serta Desa Labang di Kecamatan Lumbis Pansiangan," ucap drg. Prio Adjie Andarusasi, Selasa (28/4).
Dijelaskan, pelayanan yang diberikan ke masyarakat mencakup berbagai kebutuhan masyarakat. Mulai dari pelayanan dokter spesialis anak, dokter spesialis penyakit dalam, dokter umum, hingga dokter gigi.
Selain itu, tim juga melakukan pelayanan kesehatan lainnya bagi warga setempat seperti pelayanan imunisasi bagi anak, pelayanan ibu hamil dan pelayanan pemeriksaan penyakit tidak menular (PTM).
"Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan pelayanan kesehatan dapat dirasakan secara merata. Termasuk masyarakat di wilayah perbatasan yang selama ini memiliki keterbatasan akses," bebernya.
Karena itu, ia berharap program dokter terbang terapung ini dapat terus berlanjut sebagai solusi inovatif dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil. Sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di perbatasan Nunukan.
"Meski dengan keterbatasan dan medan yang cukup berat, kami berupaya maksimal agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT