NUNUKAN - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Nunukan memprediksi puncak arus balik pasca Idulfitri 1447 Hijriah berlangsung pada akhir Maret 2026. Itu dimungkinkan lantaran liburan lebaran untuk siswa telah berakhir.
Kepala Cabang Pelni Nunukan, Sudjito mengatakan, saat ini pasca Idulfitri arus balik dengan jumlah penumpang yang turun di Nunukan jumlah terbilang normal. Sementara, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 30 Maret 2026.
"Awal arus balik mulai terlihat pada 25–26 Maret dengan KM. Lambelu dan KM. Bukit Siguntang. Jumlah penumpang yang turun di Nunukan mengalami peningkatan, namun tidak terlalu signifikan," ucap Sudjito, Minggu (29/3).
Berdasarkan data PT Pelni Cabang Nunukan sejak arus mudik Idulfitri jumlah penumpang yang naik menggunakan KM. Lambelu pada 18 Maret sebanyak 1.622 penumpang. Dan penumpang yang turun 996 orang. Selanjutnya, pada 19 Maret, penumpang turun menggunakan KM. Bukit Siguntang sebanyak 1.027 orang dan penumpang naik sebanyak 1.175 orang.
Kemudian, untuk arus balik terjadi pada 25 Maret, sebanyak 1.097 penumpang turun di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan dan sebanyak 789 penumpang yang naik menggunakan KM. Lambelu.
"Pada 26 Maret, penumpang turun menggunakan KM. Bukit Siguntang sebanyak 626 penumpang dan naik sebanyak 962 penumpang," ungkapnya.
Dijelaskan, secara umum, rerata penumpang yang naik dan turun selama arus mudik dan arus balik Idulfitri dikisaran 800 hingga 1.000 orang setiap kapal. Sehingga, Pelni Cabang Nunukan memprediksi lonjakan penumpang akan terjadi pada 30 Maret 2026.
Dengan kenaikan jumlah penumpang ia menegaskan Pelni menyediakan fasilitas perlengkapan keselamatan. "Selama peak sesion ada dispensasi penambahan jumlah penumpang. Dengan adanya dispensasi penambahan penumpang, kami juga menyesuaikan jumlah alat keselamatan di kapal," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT