NUNUKAN – Aksi protes kembali dilakukan sejumlah masyarakat di dataran tinggi Krayan. Protes ini diakibatkan infrastruktur jalan yang tak kunjung mendapatkan perhatian. Karena itu, sejumlah titik jalan di Krayan ditanami pohon pisang sebagai bentuk protes warga.
Ketua LSM Tana Tepun, Martinus Baru mengatakan, warga menanam pohon pisang di titik-titik jalan yang rusak berat di ruas penghubung Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan hingga Desa Long Layu, Kecamatan Krayan Selatan. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang setiap tahun mengalami kerusakan.
"Masyarakat sudah terlalu lama menunggu perbaikan jalan yang layak, namun yang terjadi justru sebaliknya. Kalau hujan, jalan ini berubah menjadi kubangan lumpur. Kendaraan tidak bisa melintas. Ini sudah sangat menyulitkan masyarakat,” ucap Martinus, Jumat (13/3).
Lanjutnya, kondisi ini berbanding terbalik dengan pernyataan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Kalimantan Utara yang sebelumnya menyebut pembangunan jalan di wilayah tersebut telah rampung 100 persen. Baginya, pernyataan tersebut, tidak sejalan dengan fakta di lapangan.
“Kalau benar sudah 100 persen selesai, kenapa kondisi jalannya masih seperti ini? Masyarakat yang setiap hari melintas tentu tahu bagaimana kondisi sebenarnya,” tanyanya.
Lanjutnya, persoalan utama terletak pada definisi pembangunan jalan yang selama ini digunakan pemerintah. Ia menilai apa yang disebut sebagai pembangunan tersebut hanya sebatas membuka badan jalan tanah tanpa peningkatan kualitas jalan tersebut.
“Seharusnya judulnya bukan lagi pembangunan. Kalau pembangunan itu berarti masih sebatas membuka jalan tanah. Sementara yang dibutuhkan masyarakat sekarang adalah peningkatan jalan,” pesannya.
Ia menegaskan, kondisi saat ini membuat aktivitas masyarakat terganggu. Terutama, mobilitas warga yang bergantung pada akses jalan untuk kegiatan ekonomi, distribusi barang, serta layanan kesehatan dan pendidikan.
"Krayan ini wilayah perbatasan negara. Seharusnya pembangunan infrastruktur menjadi prioritas, bukan justru dibiarkan seperti ini,” pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT