NUNUKAN - Situasi enam kecamatan yang terdampak banjir kini kembali normal. Tinggi Muka Air (TMA) sungai Sembakung berdasarkan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan berada di bawah ketinggian normal.
Kasubid Evaluasi BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin mengatakan, kondisi banjir dan ketinggian permukaan air sungai Sembakung pada Rabu (4/3) sekira pukul 16.00 WITA di bawah batas normal. Rumah warga terpantau kini tidak ada terendam banjir.
"Ketinggian permukaan air sungai Sembakung di Desa Atap terpantau sudah jauh di bawah batas normal atau di bawah 3 meter dengan TMA normal 3 meter," ucap Hasanuddin, Kamis (5/3).
Dijelaskan, saat ini aktifitas warga dan proses belajar mengajar berjalan normal. Dan sebagian warga yang terdampak banjir masih melakukan pembersihan dikediamannya.
"Upaya pemulihan yg dilakukan yaitu pembersihan fasilitas umum, kantor, sekolah dan ibadah serta lainnya yg terdampak banjir. Sejak kemarin (Selasa, 3 Maret hingga Rabu, 4 Maret 2026). Dan sudah tidak ada yang tergenang air," jelasnya.
Sementara, aktivitas personel gabungan yang berada posko sedang melakukan pendistribusian bantuan logistik yang berasal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak banjir di 6 kecamatan.
"Kecamatan Sembakung, Sembakung Atulai, Lumbis, Lumbis Ogong, Lumbis Pensiangan dan Lumbis Hulu. Bantuan yang diberikan per KK (kepala keluarga) yang terdampak banjir seperti beras, mie instan, sarden, kopi, gula dan teh," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT