Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

DKUKMPP Nunukan Awasi IKM Berisiko Tinggi, Ini Alasannya

Asrullah RT • Minggu, 22 Februari 2026 | 14:19 WIB

PENGAWASAN : Selain melakukan, pengecekan dan verifikasi, DKUKMPP Nunukan juga melaksanakan edukasi serta pemahaman terkait regulasi, standar keamanan, sanitasi, dan prosedur produksi yang baik.
PENGAWASAN : Selain melakukan, pengecekan dan verifikasi, DKUKMPP Nunukan juga melaksanakan edukasi serta pemahaman terkait regulasi, standar keamanan, sanitasi, dan prosedur produksi yang baik.

NUNUKAN - Pengawasan, pembinaan dan verifikasi terhadap pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dengan perizinan berusaha berisiko tinggi kembali dilakukan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nunukan (DKUKMPP) Nunukan. Kali ini wilayah yang didasarkan yakni Kecamatan Nunukan Selatan.

Kepala Bidang Perindustrian DKUKMPP Nunukan, Muhammad Nur mengatakan, proses pengawasan, pembinaan dan verifikasi terhadap IKM berlangsung selama tiga hari. Dimulai Rabu, pada 19 hingga 25 Februari 2026

Menurutnya, pengawasan yang dilakukan bertujuan memastikan kegiatan usaha yang dijalankan telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Seperti, standar operasional hingga komitmen perizinan berbasis risiko yang ditetapkan pemerintah.

“Ini merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan, keselamatan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan dari potensi risiko usaha berisiko tinggi,” ucap Muhammad Nur, Jumat (20/2)

Ia menegaskan, selain memastikan kepatuhan terhadap kewajiban perizinan, pengecekan yang dilakukan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan daya saing IKM. Dan melalui pembinaan teknis, manajemen dan peningkatan mutu produk, pelaku usaha diharapkan mampu bertahan dan bersaing di pasar.

"Pemerintah hadir tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra pembina. Para pelaku usaha memperoleh edukasi serta pemahaman terkait regulasi, standar keamanan, sanitasindan prosedur produksi yang baik," jelasnya.

Disisi lain, pengecekan yang dilakukan juga mencakup validasi data dan perizinan. Termasuk kesesuaian lokasi serta aktivitas usaha di lapangan. Langkah uni penting untuk memastikan data industri yang akurat sekaligus memperkuat fungsi pengawasan di sektor perindustrian.

“Dengan data yang tervalidasi dan pembinaan yang berkelanjutan, kami berharap tercipta IKM yang patuh regulasi, berdaya saing, serta tetap memperhatikan aspek perlindungan masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#industri kecil dan menengah #nunukan #ikm #industri kecil dan menengah (IKM)