NUNUKAN - Menjelang Ramadan beban penggunaan listrik dipastikan meningkat. Karena itu, Sekretaris Komisi I DPRD Nunukan, Muhammad Mansur, mengingatkan PT PLN ULP Nunukan agar menjaga pasokan listrik tetap stabil selama Ramadan.
Hal ini disampaikan melihat pengalaman di tahun-tahun sebelumnya. Dimana, terjadi pemadaman saat Ramadan terjadi. Sementara, kebutuhan listrik meningkat saat Ramadan, terutama pada malam hari, ketika masyarakat menjalankan salat tarawih, tadarus, hingga menyiapkan santap sahur.
“Kami meminta PLN memastikan tidak ada lagi gangguan listrik selama Ramadan. Jangan sampai byarpet kembali terjadi saat masyarakat sedang beribadah,” ucap Muhammad Mansur.
Ia berpesan, PLN perlu memastikan seluruh pembangkit dan jaringan distribusi berada dalam kondisi siap operasi. Dan pemeriksaan rutin dilakukan sebagai bentuk antisipasi gangguan teknis, harus dilakukan lebih awal agar suplai daya tetap terjaga.
“Kalau memang ada kendala teknis, sampaikan kepada masyarakat, jangan sampai listrik padam tanpa pemberitahuan yang jelas,” tegasnya.
Mansur menilai listrik merupakan kebutuhan dasar yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Selain rumah tangga, pasokan listrik juga menopang aktivitas pelaku usaha kecil. Termasuk pedagang kuliner yang ramai berjualan saat Ramadan.
Karena itu, Mansur berharap pasokan listrik selama Ramadhan berlangsung tanpa gangguan sehingga ibadah dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan lancar.
“Ramadan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga perputaran ekonomi warga, kalau listrik sering padam, tentu banyak pihak yang dirugikan,” pungkasnya. (akz/jnr)