NUNUKAN - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kewilayahan dilanjutkan di Tulin Onsoi usai dilaksanakan di Pulau Sebatik. Musrembang kewilayahan ini merupakan tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Nunukan Tahun 2027.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melalui Bappeda Litbang melaksanakan musrembang kewilayahan yang mencakup empat kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Seimenggaris, Tulin Onsoi, Sebuku dan Sembakung.
Wakil Bupati Nunukan,Hermanus mengatakan, musrenbang kewilayahan yang dilaksanakan merupakan wadah penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Khususnya dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.
Karena itu, ia berharap setiap usulan yang dibahas dapat mendukung tema RKPD Kabupaten Nunukan Tahun 2027 yakni 'Pemerataan Infrastruktur Layanan Dasar dan Infrastruktur Ekonomi untuk Menunjang Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif'.
Lanjutnya, fokus utama musrenbang kewilayahan yakni pembahasan dan penyampaian usulan prioritas dari masing-masing kecamatan yang ditujukan langsung kepada organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
Seperti DPUPR Nunukan, Disdik, Dinkes P2KB, DKPP, Perkim, Dishub, dan Diskan Nunukan. "Usulan tersebut mencakup pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan layanan publik, serta penguatan sektor ekonomi masyarakat," ucap Wakil Bupati Nunukan, Hermanus.
Sementara, Pj Sekda Nunukan, Raden Iwan Kurniawan menegaskan bahwa musrenbang kewilayahan merupakan forum strategis untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan program pembangunan daerah. "Pentingnya usulan yang disampaikan kecamatan agar benar-benar berbasis kebutuhan riil masyarakat dan disesuaikan dengan kewenangan serta prioritas OPD teknis," pesannya.
Dan berdasarkan hasil musrenbang kewilayahan, dari total 378 usulan yang masuk melalui SIPD, telah disepakati sebanyak 129 usulan prioritas dari empat kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Sebuku sebanyak 30 usulan, Sembakung sebanyak 39 usulan, Tulin Onsoi sebanyak 30 usulan dan Seimenggaris sebanyak 30 usulan.
Selanjutnya akan menjadi bahan pembahasan pada tahapan perencanaan berikutnya di tingkat kabupaten. "Melalui musrenbang kewilayahan ini, Pemkab Nunukan berharap perencanaan pembangunan daerah ke depan semakin tepat sasaran, terintegrasi, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah perbatasan," tutupnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT