NUNUKAN – Temuan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan saat melaksanakan monitoring di SD Negeri 005 Sebatik Tengah langsung ditindaklanjuti Dinas Pendidikan (Disdik) Nunukan. Gerak cepat yang dilakukan Disdik Nunukan diklaim sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keselamatan peserta dan tenaga pendidik.
Kepala Disdik Nunukan, Akhmad mengatakan, gedung SDN 005 Sebatik Tengah berada di lokasi yang lebih tinggi dibandingkan jalan di sekitarnya. Sehingga, tanah di sekitar bangunan sekolah terus mengalami gerusan, terutama saat hujan turun. Kondisi ini menyebabkan jarak antara bangunan sekolah dan tebing tanah semakin berkurang dan kini sudah mendekati dinding sekolah.
“Kami berterima kasih atas perhatian DPRD yang telah menyampaikan laporan kondisi sekolah tersebut, ini menjadi perhatian serius bagi kami. Karena, awalnya jaraknya sekitar lima meter, sekarang sudah mendekati dinding bangunan, ini tentu sangat mengkhawatirkan,” katanya.
Menurutnya, jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, maka berpotensi membahayakan bangunan sekolah dan keselamatan siswa. “Kalau hujan terus-menerus, risikonya besar, yang paling kita khawatirkan adalah keselamatan anak-anak,” ucap Akhmad.
Dijelaskan, sebagai langkah awal, Dindik Nunukan langsung menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan peninjauan. Kemudian, pihaknya akan mengupayakan langkah antisipasi melalui anggaran yang tersedia. Sekaligus mengajukan dukungan kepada pemerintah daerah untuk penanganan jangka panjang.
“Hari ini (kemarin) Kepala Bidang SD, bersama tim sudah turun langsung ke sekolah untuk melihat kondisi di lapangan. Kami upayakan semaksimal mungkin, kami juga memohon dukungan Bapak Bupati dan TAPD agar dapat mengalokasikan anggaran pembangunan siring di sekitar sekolah,” harapnya.
Melihat kondisi sekolah, ia menilai pembangunan siring sangat penting untuk menahan gerusan tanah. Tujuannya, agar tidak terus mendekati bangunan sekolah. “Kalau tanah (tergerus) sampai ke fondasi, sudah pasti bangunan akan runtuh, itu yang kita antisipasi sejak dini,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, bangunan SDN 005 Sebatik Tengah merupakan bangunan lama yang dibangun melalui program pemerintah beberapa tahun lalu. Sehingga perlu mendapatkan perlindungan agar tetap aman digunakan.
“Intinya, kami ingin memastikan sekolah tetap aman dan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan nyaman,” pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT