Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pemkab Nunukan Tetapkan Banjir di Kecamatan Sembakung Status Tanggap Darurat, Ini Penjelasannya

Asrullah RT • Jumat, 9 Januari 2026 | 13:40 WIB
BENCANA : Banjir yang terjadi di Kecamatan Sembakung statusnya kini ditetapkan sebagai Tanggap Darurat Bencana Banjir.
BENCANA : Banjir yang terjadi di Kecamatan Sembakung statusnya kini ditetapkan sebagai Tanggap Darurat Bencana Banjir.

NUNUKAN – Langkah cepat kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan atas bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Sembakung. Itu dibuktikan dengan ditetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir sesuai SK No 88 Thn 2026 terhitung sejak 8 Januari hingga 21 Januari 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nunukan, H. Asmar menyampaikan penetapan ini dilakukan usia banjir yang merendam wilayah Sembakung beberapa hari terakhir. Dan sebelum status banjir diputuskan tim telah melakukan analisis kaji cepat yang menilai kondisi di lapangan semakin berisiko. Terutama terhadap keselamatan warga.

"Berdasarkan hasil kaji cepat yang menjadi pertimbangan saat rapat. Dan hasilnya, status menjadi tanggap darurat. Saat ini, menunggu SK terbit dan ditandatangani bupati," ucap H. Asmar, Jumat (9/1).

Dijelaskan, dengan penetapan status tersebut, aktivitas Posko Bantuan Bencana Banjir Kecamatan Sembakung di Desa Atap saat ini mengalami peningkatan signifikan. Tercatat sejak Rabu malam, tim gabungan BPBD, Tagana, TNI-Polri, relawan, dan unsur terkait telah melakukan evakuasi warga dari sejumlah titik pemukiman yang terendam banjir.

Ia menegaskan, langkah evakuasi dilakukan sebagai bentuk antisipasi. Sebab, ketinggian air masih bertahan di atas ketinggian normal. Belum lagi, kondisi cuaca pada malam kerap hujan.

"Evakuasi dilakukan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan, terutama pada malam hari saat jarak pandang dan akses sangat terbatas. Kami tidak ingin mengambil risiko,” jelasnya.

Ia menceritakan, proses evakuasi di lapangan tidak sepenuhnya berjalan lancar. Petugas harus melakukan pendekatan persuasif kepada warga yang enggan meninggalkan rumah. Warga Sembakung yang telah terbiasa menghadapi banjir umumnya memilih bertahan dengan membangun pungka atau panggung darurat di dalam rumah.

“Ini tantangan tersendiri. Tapi keselamatan jiwa adalah prioritas utama. Kami terus mengimbau warga agar bersedia mengungsi ke tempat yang lebih aman,” tegasnya.

Dengan status tanggap darurat, Posko Bantuan Bencana Banjir telah disiapkan dengan berbagai fasilitas penunjang. Mulai dari dapur umum yang dikelola relawan, KSB, dan Tagana, layanan kesehatan dengan petugas medis siaga, hingga pengamanan oleh personel TNI dan Polri.

Selain itu, Destana dan relawan kebencanaan turut aktif dalam pelayanan pengungsi. “Selama status tanggap darurat berlaku, seluruh sumber daya akan dimaksimalkan untuk melindungi dan melayani masyarakat,” pungkasnya (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#banjir #nunukan #sembakung