Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ketinggian Air Terus Naik, Tim Gabungan Dirikan Tenda Pengungsian di Kecamatan Sembakung

Asrullah RT • Kamis, 8 Januari 2026 | 12:06 WIB

 

PENGAMANAN: Tim gabungan mendirikan tenda pengungsian untuk warga yang terdampak banjir di wilayah Sembakung.
PENGAMANAN: Tim gabungan mendirikan tenda pengungsian untuk warga yang terdampak banjir di wilayah Sembakung.

NUNUKAN - Langkah cepat sebagai upaya antisipasi banjir yang terjadi dilakukan tim gabungan Kecamatan Sembakung. Tenda pengungsian didirikan tim yang terdiri dari Forkopimcam, BPBD, Kampung Siaga Bencana (KSB), Tagana dan relawan.

Meluapnya air Sungai Sembakung terjadi sejak Sabtu (3/1) lalu kini merendam pemukiman warga, fasilitas pendidikan, perkantoran dan lainnya di Kecamatan Sembakung. Bahkan, kondisi saat ini menunjukkan level air telah mencapai ruas jalan utama.

Ketua KSB Sembakung, Abdulah menyampaikan langkah evakuasi ini diambil karena sistem pertahanan tradisional warga, yaitu 'Pungkau atau panggung darurat di dalam rumah, sudah tidak memadai lagi. Sebab, ketinggian air terus meningkat.

Hingga saat ini, banjir merendam lahan pertanian masyarakat dan fasilitas umum. Petugas terus menghimbau warga yang masih bertahan di rumah untuk segera berpindah ke posko pengungsian demi keselamatan dan kesehatan.

"Kami berinisiatif mendirikan tenda untuk mengevakuasi warga karena kondisi di dalam rumah sudah tidak memungkinkan lagi," ucap Abdulah, kemarin (7/1).

Dijelaskannya, tenda pengungsian dan pos evakuasi, telah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas. Mulai dari tempat tidur, dapur umum, tenaga medis hingga personel keamanan. Sehingga, warga yang berada di posko pengungsian merasa lebih tenang.

Ia menegaskan, dalam tiga hari terakhir, bantuan dari lumbung KSB Sembakung telah mulai didistribusikan. Fokus utama penyaluran bantuan perdana ini adalah kelompok rentan. Khususnya bayi.

"Bantuan yang disalurkan berupa tool kit perawatan bayi yang berisi selimut dan pakaian hangat, popok dan perlengkapan kesehatan (minyak telon dan minyak angin)," jelasnya.

Dengan situasi yang terjadi saat ini pihaknya meminta pemerintah untuk memastikan ketersediaan logistik di gudang KSB tetap terjaga. Sebab, keberadaan stok logistik ini sangat vital untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak korban banjir secara cepat tanpa harus menunggu pengiriman dari luar daerah.

"Bantuan yang tersedia di gudang KSB menjadi napas pertama bagi warga. Selain untuk Sembakung, KSB juga disiapkan untuk mampu meng-cover bantuan awal bagi wilayah sekitar seperti Sebuku, Tulin Onsoi, dan Lumbis sembari menunggu bantuan susulan dari pemerintah pusat maupun kabupaten," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#banjir #nunukan #sembakung