NUNUKAN - Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Nunukan terus melakukan pemantauan kondisi banjir yang terjadi disejumlah kecamatan. Seperti pantauan BPBD Pos Sebuku terjadi kenaikan debit air.
Kasubid Evakuasi, BPBD Nunukan Hasanuddin menyampaikan berdasarkan kondisi terkini Kecamatan Sebuku pada Selasa, (6/1) sekira 8.48 WITA, tinggi muka air (TMA) Sungai Sebuku terpantau naik. Bahkan, situasi yang terjadi banjir telah memasuki pemukiman warga di Desa Kunyit, Kecamatan Sebuku.
"Kondisi ini dikarenakan hujan yang cukup deras. Sementara, aktivitas masyarakat masih berjalan normal," ucap Hasanuddin, Selasa (6/1).
Kemudian, pemantauan di Kecamatan Sembakung Atulai terdapat sejumlah desa terdampak banjir. Seperti, Desa Liuk Bulu dan Desa Binanun. Ketinggian air saat ini 1,5 meter hingga 2 meter. Namun, berdasarkan informasi kondisi air berangsur surut sejak pagi.
"Dampak banjir, permukiman rumah terdampak sekira 300 unit. Akses jalan desa masih tergenang dan akses transportasi terganggu, saat ini warga menggunakan perahu. Untuk jumlah KK dan jumlah jiwa masih di koordinasikan kepada pihak desa," jelasnya.
Selanjutnya, pantauan personel Pos BPBD Kecamatan Lumbis TMA di titik pantau Jembatan Sungai Sembakung wil Kecamatan Lumbis sebelumnya pada level 9,5 meter dan terpantau surut pada level 9 meter dan aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa.
"Kondisi berbeda terjadi di wilayah Kecamatan Sembakung. Dimana, kondisi air untuk wilayah Sembakung terpantau naik 18 cm menjadi 4.35 meter dari pantauan sebelumnya 4,17 meter. Sedangkan kondisi normal berada di 3 meter," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT