NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Penumpang kini dijalankan lebih cepat diban tahun sebelumnya. Program yang berjalan setiap tahun merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam menjamin konektivitas dan aksesibilitas transportasi udara bagi masyarakat. Khususnya di wilayah terpencil, tertinggal, terluar dan perbatasan.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Nunukan, Rohadiansyah menyampaikan Pemkab Nunukan kembali melaksanakan program SOA penumpang. Dan peluncuran SOA penumpang 2026 ini melayani rute Nunukan-Long Bawan (PP) dan Nunukan-Binuang (PP).
"Program SOA Penumpang ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah di Nunukan. Dan program ini bertujuan untuk menekan disparitas harga, terutama harga tiket," ucap Rohadiansya, Selasa (6/1).
Dijelaskan, situasi saat ini terjadi peningkatkan mobilitas masyarakat dari Nunukan ke Krayan dan sebaliknya. Kemudian, SOA penumpang ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan sosial di daerah.
"Pelaksanaan penyediaan SOA penumpang ini dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan memperhatikan prinsip efektivitas, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas," jelasnya.
Dijelaskan, waktu pelaksanaan kegiatan sesuai Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) mulai 6 Januari 2026 sampai dengan Desember 2026 dengan frekuensi penerbangan rute Nunukan-Long Bawan (PP) sebanyak 468 penerbangan.
"Terdiri dari Nunukan-Long Bawan sebanyak 234 flight dan Long Bawan-Nunukan sebanyak 234 flight. Untuk rute Nunukan-Binuang (PP) sebanyak 104 penerbangan, terdiri dari Nunukan-Binuang sebanyak 52 flight dan Binuang-Nunukan sebanyak 52 flight," rincinya.
Dan melalui SOA penumpang ini masyarakat dapat memperoleh harga tiket Rp 524 ribu. Sementara, jika tidak disubsidi disubsidi harga tiket satu penumpang mencapai Rp 1,2 juta rupiah.
"Alokasi anggaran SOA penumpang tahun ini dilaksanakan PT. ASI Pudjiastuti Aviation dengan anggaran sebesar Rp. 8.600.800.038,00.," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT