Kepala BMKG Nunukan, William Sinaga menyampaikan kondisi saat ini menunjukkan peningkatan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Dan potensi cuaca ekstrem berpeluang terjadi di wilayah Nunukan mulai Jumat, 2 hingga 4 Januari mendatang.
“Berdasarkan pemantauan kami, Kabupaten Nunukan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat sejak Jumat hingga Minggu. Kemudian, puncak peningkatan potensi cuaca ekstrem diprakirakan terjadi pada Sabtu,” ucap William Sinaga, Jumat (2/1).
Dijelaskan, mulai Jumat, 2 Januari 2025, BMKG Nunukan menetapkan status waspada di Nunukan dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Dan sejauh ini, belum terpantau adanya potensi angin kencang maupun peningkatan status ke level siaga.
Dijelaskan, pada Sabtu (3/1), potensi cuaca ekstrem di Nunukan diprakirakan meningkat. Karena itu, BMKG Nunukan menetapkan status waspada hingga siaga, dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat serta kemungkinan angin kencang di sejumlah wilayah.
“Karena pada Sabtu, potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi disertai angin kencang yang perlu diwaspadai masyarakat. Terutama di wilayah rawan banjir, longsor dan pohon tumbang,” ungkapnya.
Kemudian, pada Minggu (4/1), BMKG Nunukan juga menetapkan status waspada untuk Nunukan dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Sementara, di wilayah lain di Kalimantan Utara tidak terpantau berada dalam kategori siaga maupun berpotensi angin kencang.
Atas kondisi ini, ia mengimbau masyarakat Nunukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem. Seperti genangan air, banjir lokal dan gangguan aktivitas transportasi laut.
“Kami mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG dan tetap berhati-hati dalam beraktivitas, khususnya di tengah kondisi cuaca yang dinamis,” pungkasnya. (akz/lim)
Editor : Azward Halim