Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

'Penyakit Lama' Jalan di Krayan Kembali Rusak, Camat : Mobilisasi Orang, Barang dan BBM Terhenti

Asrullah RT • Selasa, 30 Desember 2025 | 02:38 WIB
RUSAK: Kendaraan yang mengangkut barang saat melintas dari Krayan Barat menuju Selatan tertahan karena kondisi jalan sulit dilalui.
RUSAK: Kendaraan yang mengangkut barang saat melintas dari Krayan Barat menuju Selatan tertahan karena kondisi jalan sulit dilalui.

NUNUKAN - Kondisi ruas jalan antar kecamatan di dataran tinggi Krayan kembali rusak parah. Akibatnya, kendaraan yang melintas dari Kecamatan Krayan Selatan menuju Kecamatan Krayan Barat harus tertahan ditengah jalan.

Camat Krayan Selatan Oktavianus Ramli menyampaikan kondisi jalan di wilayahnya saat ini kembali rusak parah. Bahkan, ada satu titik jembatan penghubung antar kecamatan ini yang mengalami longsor.

"Ini penyakit lama jalan antara Long Layu (Krayan Selatan) - Lembudud (Krayan Barat) kambuh lagi, ada beberapa titik tidak bisa dilewati dan jembatan dan 1 titik sudah longsor," ucap Oktavianus Ramli kepada Radar Tarakan, Senin (29/12).

Dijelaskan, rusaknya ruas jalan antar kecamatan ini diakibatkan curah hujan yang terjadi sepekan terakhir. Karena itu, badan jalan penghubung antar kecamatan kondisinya seperti kubangan.

"Kalau curah hujan masih tinggi maka jalan bisa putus total dan tidak bisa dilewati lagi. Ini akibat curah hujan tinggi selama seminggu ini," jelasnya.

Ia mengaku, dengan kondisi jalan saat ini membuat aktivitas masyarakat terhenti. Sebab, kebutuhan masyarakat baik sembilan bahan pokok (sembako) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) dipasok dari Kecamatan Krayan kemudian melalui jalur darat ke Krayan Selatan.

"Akibatnya mobilisasi barang, BBM dan orang terhenti. Kalau kondisinya tidak hujan jalan kering bisa saja dilewati dengan hati-hati dan penuh risiko," pungkasnya. (akz/lim)

Editor : Azward Halim