NUNUKAN - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Nunukan terus meningkatkan hasil pertanian di Nunukan. Itu dibuktikan dengan sosialisasi pembentukan Brigade Pangan di Kecamatan Sembakung.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Masniadi menyampaikan pihaknya melakukan pendekatan yang intensif kepada masyarakat. Sehingga masyarakat memahami tujuan program dan bersedia membentuk Brigade Pangan melalui Surat Keputusan (SK) Desa disetiap wilayah.
Apalagi, lanjutnya pembentukan Brigade Pangan ini didasarkan pada hasil Survey Identifikasi Desain (SID) yang telah dilakukan Tim Universitas Mulawarman. Ini juga melibatkan kepala desa, tokoh pertanian yang terdiri dari petani dan kelompok tani, Babinsa, serta penyuluh pertanian.
"Serta melibatkan perwakilan dari Desa Tepian, Tagul, Lubakan dan Atap," singkatnya.
Ia menegaskan, kualifikasi Brigade Pangan, diutamakan warga setempat yang memiliki keinginan kuat untuk melaksanakan pertanian modern dengan rentang usia 19 sampai 39 tahun. Selain itu, calon anggota juga dapat berasal dari luar lokasi dengan latar belakang pendidikan minimal SMA yang mendaftar dan bergabung.
"Pengelolaan Brigade Pangan memerlukan seorang manajer yang memahami usaha tani berorientasi bisnis, dengan jumlah anggota sebanyak 15 orang dan lokasi optimalisasi lahan (oplah) atau CSR seluas kurang lebih 150-200 hektare," jelasnya.
Kemudian, tahapan pembentukan Brigade Pangan, dimulai dari musyawarah petani atau petani milenial calon anggota bersama pamong desa atau kelurahan, Babinsa, dan penyuluh pertanian. Selanjutnya, dalam musyawarah tersebut ditetapkan pengurus yang dituangkan dalam berita acara dan didampingi oleh kepala desa, Babinsa, serta penyuluh.
"Setelah itu dilakukan pengukuhan oleh desa atau kelurahan melalui SK, kemudian admin Simhultan BPP menginput data ke dalam aplikasi SIMLUHTAN. Tahapan ini mengacu pada SK BPPSDMP Nomor: 36/Kpts/RC.010/I/2025 tentang Petunjuk Teknis Penumbuhkembangan Brigade Pangan," tambahnya.
Hasilnya, seluruh peserta menyatakan kesiapan untuk membentuk Brigade Pangan di wilayah masing-masing. Bahkan, Desa Tagul menyampaikan komitmennya untuk segera melaksanakan musyawarah dan menyerahkan dokumen pembentukan Brigade Pangan dalam waktu tiga hari ke depan.
"Masyarakat diajak untuk bersama-sama mendukung program ini sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan di daerah, demi masa depan generasi yang lebih baik, unggul, berdaya saing, dan maju," jelasnya. (akz/lim)
Editor : Azward Halim