Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Nunukan, Hj. Miskia menyampaikan rekomendasi AMP ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) di seluruh wilayah Nunukan. Ini sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan AKI dan AKB.
Karena itu, ia menegaskan penyampaikan informasi mengenai faktor penyebab dan situasi kematian maternal dan perinatal di Nunukan kepada seluruh stakeholder harus dilakukan. Tujuan lainnya melaksanakan advokasi kepada stakeholder sebagai upaya percepatan penurunan AKI dan AKB. "Serta mendorong pemberdayaan stakeholder dan masyarakat. Sehingga dapat berperan aktif dalam mendukung pencegahan kematian ibu dan bayi serta memperoleh kesepakatan dan dukungan lintas sektor dalam melaksanakan rekomendasi audit neonatal, perinatal, dan surveillance response (ANPSR) di Nunukan," ucap Kepala Dinkes P2KB Nunukan, Hj. Miskia.
Dijelaskan, diseminasi dimulai dengan pembukaan, pengarahan kemudian pemaparan materi. Materi yang disampaikan yakni kebijakan program kesehatan ibu dan anak. Kemudian, hasil pengkajian kematian bayi. Serta, pengkajian kematian ibu.
"Materi disampaikan perwakilan Dinkes P2KB Nunukan. Ketua IDI Nunukan dr. Soleh Rauf, M.Kes., Sp.A, dan dr. Ratna Nanci, Sp.OG. Serta, dua narasumber utama, yaitu dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta dokter spesialis anak," jelasnya.
Lanjutnya, kegiatan ini melibatkan OPD terkait, fasilitas kesehatan, serta pemangku kepentingan lainnya. Dengan terlaksananya diharapkan hasil AMPSR dapat tersampaikan dengan baik kepada seluruh stakeholder. "Diharapkan stakeholder memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam menindaklanjuti rekomendasi. Serta terbentuk dukungan dan komitmen bersama dalam menurunkan AKI dan AKB di Nunukan," jelasnya. (akz/lim)