Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dilaporkan Dua Warga Disengat, Damkar Nunukan Langsung Musnahkan Sarang Tawon

Riko Aditya • Kamis, 4 Desember 2025 | 17:58 WIB
MUSNAHKAN SARANG TAWON: Meresahkan masyarakat hingga menyengat, sarang tawon di pohon dimusnahkan petugas damkar. FOTO: DISDAMKARTAN NUNUKAN
MUSNAHKAN SARANG TAWON: Meresahkan masyarakat hingga menyengat, sarang tawon di pohon dimusnahkan petugas damkar. FOTO: DISDAMKARTAN NUNUKAN

NUNUKAN - Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Nunukan bergerak cepat menangani laporan warga terkait keberadaan sarang tawon berbahaya di wilayah Sebatik Utara.

Laporan tersebut masuk setelah seorang kakek dan cucunya menjadi korban sengatan saat beraktivitas di kebun dekat rumahnya.

Suriyani (50), warga Jalan Usman Harun Sei Pancang, Sebatik Utara, yang disebut melapor ke Pos Damkar setelah keluarganya tersengat tawon pada Rabu (3/12). Dirinya mengaku khawatir situasi tersebut dapat membahayakan warga lainnya di sekitar lokasi.

Kasi Rescue Disdamkartan Nunukan, Aristra Pratama Sanmigo mengatakan, usai menerima laporan Tim Rescue Sebatik Timur langsung diterjunkan ke lokasi, apalagi laporan serangan tawon termasuk kategori darurat karena dapat mengancam keselamatan warga.

“Ya, kalau laporan terkait hewan berbahaya langsung kami tindak, kemarin itu tawon, sengatannya itu bisa berakibat fatal, terutama bagi anak-anak dan lansia,” jelas Aristra ketika dikonfirmasi, Kamis (4/12).

Aristra menyebutkan, tim tiba di lokasi pada Rabu malam dan langsung melakukan pengecekan kondisi sarang yang berada di sebuah pohon beringin tidak jauh dari rumah warga.

Tim menggunakan metode pemanasan untuk memusnahkan sarang tersebut. Metode ini diterapkan setelah melakukan observasi jarak aman dan memastikan tidak ada warga yang berada dalam radius bahaya.

“Kami memilih metode pemanasan karena efektif dan meminimalkan risiko serangan balik dari tawon. Prosesnya berjalan aman dan sarang berhasil dimusnahkan,” ungkap Aristra.

Dirinya menambahkan, kondisi malam hari juga menjadi waktu yang relatif lebih aman untuk mengeksekusi pemusnahan karena pergerakan tawon cenderung lebih lambat.

Aristra pun kembali menekankan pentingnya pelibatan petugas profesional saat menghadapi sarang tawon atau hewan berbahaya lainnya.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tidak mencoba membakar, menyemprot, atau memukul sarang tawon sendiri. Itu sangat berbahaya dan bisa memicu serangan besar-besaran,” tegasnya.

“Cukup laporkan ke kami, petugas siap turun kapan saja. Keselamatan warga adalah prioritas kami,” tambah Aristra mengakhiri. (raw)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #disengat #nunukan #sarang tawon #damkar