NUNUKAN - Dorongan untuk membuka isolasi lahan pertanian terus menguat di Nunukan, dimana Pemerintah kabupaten (Pemkab) Nunukan kini menempatkan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) sebagai salah satu instrumen utama mengurangi biaya produksi petani dan memperlancar distribusi hasil panen.
Hingga November 2025, pembangunan JUT sudah mencapai 75 kilometer. Meski angka itu dianggap progresif, pemerintah menilai kebutuhan akses jalan pertanian masih jauh lebih besar dibanding capaian yang ada.
Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Nunukan menargetkan 100 kilometer rampung sebelum tutup tahun anggaran.
Kabid Pangan DKPP Nunukan, Sambio, mengatakan percepatan pembangunan JUT dilakukan untuk menjawab keluhan petani yang selama ini kesulitan keluar-masuk kebun, terutama saat musim hujan.
“Banyak kelompok tani menyampaikan bahwa akses menjadi kendala utama mereka. Makanya tahun ini kita kebut, bukan hanya membuka jalur baru tapi juga memperbaiki jalan lama yang rusak,” ujar Sambio.
Tahun ini, DKPP mengerjakan 115 paket pekerjaan, mulai dari pembukaan badan jalan, peningkatan struktur jalan, hingga rehabilitasi. Lokasinya tersebar di berbagai kawasan sentra pertanian seperti Sebatik, Nunukan, Sei Menggaris, Tulin Onsoi, Lumbis, dan Lumbis Ogong. Seluruh anggaran bersumber dari APBD murni, pergeseran, hingga APBD perubahan.
Namun tidak semua wilayah bisa tersentuh tahun ini. Beberapa kecamatan terpencil seperti Lumbis Pansiangan dan Lumbis Hulu masih harus menunggu penganggaran berikutnya.
“Wilayah yang paling mendesak kita prioritaskan dulu. Salah satunya di Krayan Selatan, sampai harus dimasukkan di anggaran perubahan. Sekarang pekerjaannya dikebut dan ditargetkan selesai pertengahan Desember,” jelas Sambio.
Dirinya menilai pembangunan JUT tidak boleh berhenti di angka capaian fisik. Yang terpenting, jalan tersebut dapat dipakai secara konsisten dan menekan biaya produksi petani, terutama di daerah yang akses logistiknya mahal.
“Jalan ini harus benar-benar berfungsi. Kalau tahun depan perlu diperkuat, kelompok tani bisa usulkan peningkatan supaya tidak cepat rusak.” ungkapnya.
Dengan sisa waktu yang ada, DKPP berharap cuaca mendukung penyelesaian seluruh paket pekerjaan. Pemerintah menegaskan bahwa peningkatan akses pertanian akan menjadi fokus dalam rencana pembangunan tahun depan.
“Kita ingin percepatan ini berdampak langsung pada ekonomi keluarga petani. Progresnya sudah stabil, tinggal kita tuntaskan di lapangan,” tutup Sambio. (raw)
Editor : Azwar Halim