Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ancaman Buaya dan Minim Fasilitas Dorong Desakan Perbaikan Sekolah Filial

Riko Aditya • Kamis, 20 November 2025 | 18:08 WIB
DOK RADAR TARAKAN  PENDIDIKAN DI PEDALAMAN: Sekolah di Desa Pembeliangan masih menghadapi ancaman serius ketika para pelajar ingin menimpa pendidikan
DOK RADAR TARAKAN PENDIDIKAN DI PEDALAMAN: Sekolah di Desa Pembeliangan masih menghadapi ancaman serius ketika para pelajar ingin menimpa pendidikan

NUNUKAN - Keterbatasan akses dan sarana pendidikan kembali menjadi sorotan di Nunukan khususnya di Desa Pembeliangan, Kecamatan Sebuku, dimana persoalan keselamatan anak-anak sekolah mencuat karena mereka harus menempuh jalur sungai yang rawan buaya demi mencapai ruang belajar.

Setiap pagi, ada puluhan murid SD Filial Sebuku disebutkan berangkat sekolah dengan cara mendayung sampan kecil atau menumpang perahu ketinting milik orang tua.

Sungai yang menjadi satu-satunya akses cepat menuju sekolah berada di kawasan yang kerap dilintasi buaya. Situasi ini disebut sebagai ancaman langsung terhadap keselamatan harian anak-anak.

Anggota DPRD Nunukan Dapil 4, Tri Wahyuni, yang membawahi daerah tersebut, menilai persoalan ini sudah masuk kategori darurat. Dirinya menilai tidak seharusnya anak-anak di wilayah 3T masih menghadapi risiko ekstrim hanya untuk memperoleh pendidikan dasar.

“SD itu SD Filial di Sebuku hampir melayani 100 murid, namun hanya memiliki empat ruang kelas. Sekolah induknya di SDN 001 Sebuku, yang jaraknya jauh dan akses daratnya sulit, ada jalur sungai yang lebih cepat tapi sungainya banyak buayanya,” ungkap Tri Wahyuni ketika diwawancarai, Kamis (20/11).

Kondisi sekolah yang belum layak dan akses yang berisiko tersebutlah, yang membuat mereka tidak punya pilihan lain. Bahkan, tingginya risiko di jalur sungai membuat banyak orang tua memilih menyekolahkan anaknya ke SP 2 Tulin Onsoi di kecamatan tetangga. 

Pilihan ini bukan karena lebih dekat, melainkan karena dianggap lebih aman dan memiliki fasilitas yang lebih layak.

Tri Wahyuni menyebut telah menyalurkan anggaran renovasi sekolah pada 2023, namun kondisi sekolah masih membutuhkan perhatian besar. Ia menegaskan bahwa pembangunan fasilitas yang layak dan aman tidak bisa lagi ditunda.

“Kita berbicara soal keselamatan anak-anak. Mereka setiap hari mempertaruhkan nyawa. Sementara bangunan sekolah pun belum memberikan kenyamanan belajar,” ungkapnya.

Kondisi ini pun, mendorong seruan agar pemerintah memberikan prioritas lebih pada pembangunan sekolah yang layak dan penyediaan akses aman, terutama bagi daerah-daerah terpencil yang masih tertinggal dalam pelayanan dasar.

“Tentu harapan kita ada intervensi cepat agar anak-anak Sebuku dapat belajar tanpa harus mempertaruhkan keselamatan setiap hari,” harap Tri Wahyuni. (raw)

Editor : Azwar Halim
#fasilitas #kaltara #sekolah #nunukan #buaya