NUNUKAN - Gerak cepat terus dilakukan Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Nunukan.
Sesuai dengan arahan Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, koordinasi bersama instansi vertikal kembali dilakukan BPPD Nunukan.
Kali ini, Kepala BPPD Nunukan Robby Nahak Serang menemui Kepala Bandara Nunukan, Faisal pada Jumat, (14/11).
Ini bertujuan untuk koordinasi guna mendorong percepatan terwujudnya akses moda transportasi udara. Dengan fasilitas bandara yang saat ini sangat memungkin untuk didarati armada jenis ATR 72.
"Menjawab tantangan Bapak Bupati agar bandara Nunukan ini dapat dimaksimalkan. Dan hasil koordinasi dengan Kepala Bandara. Dalam waktu tidak lama, pesawat berbadan besar akan melayani rute Nunukan," ucap Robby Nahak Serang.
Dijelaskan, letak geografis nunukan yang didominasi daratan dan laut mengharuskan adanya akses pesawat untuk mempermudah aktivitas masyarakat.
Dan kehadiran penerbangan komersial di Nunukan akan meningkatkan pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi serta mendukung aspek pertahanan negara di wilayah perbatasan.
Ia menegaskan, secara teknis, seluruh komponen pendukung sudah memenuhi syarat. Saat ini pemerintah daerah tinggal mencari maskapai yang siap beroperasi di Nunukan. Seperti Wings Air, Citilink, Flyjaya yang akan dilobi.
"Bupati Nunukan melalui BPPD Nunukan bersama instansi vertikal terus mendorong percepatan terwujudnya akses moda transportasi udara. Targetnya, penerbangan komersial dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," jelasnya.
Baca Juga: Ekspedisi Patriot, Penguatan Kawasan Transmigrasi di Sei Manggaris
Sementara, Kepala Bandara Nunukan, Faisal menyambut baik rencana Pemkab Nunukan melalui BPPD Nunukan.
Baginya, dengan koordinasi yang masif dan kolaborasi yang terjalin dapat terus dilakukan antara OPD lingkungan Pemkab Nunukan bersama intansi vertikal khususnya Bandara Udara dapat terus terjaga.
"Sesuai dengan selogan Bapak Bupati Nunukan, energi baru, semoga selogan itu menjadi spirit kita secara kolektif dapat menciptakan Kabupaten Nunukan yang jauh lebih baik kedepan," harapnya.
Lanjutnya, komunikasi dan koordinasi sangat penting untuk meningkatkan eksistensi Bandar Udara Nunukan. Dimana notabene bandar udara merupakan pintu gerbang bagi banyak segmen. Mulai dari investor, konektivitas wilayah.
Ia mencontohkan, wilayah dataran tinggi Krayan memiliki lima kecamatan. Di Krayan satu-satunya transportasi yang digunakan masyarakat dengan transportasi udara.
Dan sepanjang belum tersedia akses darat, pemerintah harus menyediakan subsidi transportasi udara. Agar aksesibilitas, mobilitas hingga konektivitas untuk masyarakat terpenuhi.
"Dilain sisi moda transportasi juga merupakan hal penting sebagai urat nadi perekonomian. Jangan salah, harus juga diketahui bahwa sarana transportasi sangat ditunjang oleh energi dalam hal ini BBM. Sepanjang BBM ini dapat dipenuhi kebutuhan dasar tranportasi juga dapat terpenuhi,” katanya.
“Tentunya, kehadiran Pertamina besar di Nunukan dibutuhkan. Maka semua roda perekonomian berjalan sebagaimana mestinya. Nunukan daerah strategis berbatasan langsung dengan Malaysia. Harus dijaga dengan baik dengan moda transportasi. Itu sangat penting," tambahnya mengakhiri. (raw)
Editor : Azwar Halim