NUNUKAN - Penanganan terputus jembatan di RT 14, Desa Sungai Limau, Sebatik Tengah terus berjalan. Teranyar, pembukaan jalan menuju titik pembangunan jembatan darurat terus dikebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan Arief Budiman menyampaikan saat ini penanganan di lapangan terkait pembukaan jalan alternatif. Ini dilakukan untuk akses titik pembangunan jembatan darurat.
"Sejak Minggu, (9/10) pembukaan badan jalan alternatif dan pembuatan jembatan darurat dilakukan di lapangan," ucap Arief Budiman kepada Radar Tarakan, Senin (10/11).
Dijelaskan, untuk pembukaan jalan dan pembangunan jembatan darurat selain menggunakan Dana Desa Sungai Limau, Sebatik Tengah. Juga menggunakan dana dari swadaya masyarakat.
"Usulan ke Basnas Nunukan juga sudah dilakukan untuk bantuan penanganan bencana. Dan hari ini dirapatkan sesuai info dari ketua Baznas Nunukan," jelasnya.
Ia mengaku, pembangunan jembatan permanen sudah diusulkan. Dan pihaknya berharap dapat direalisasikan pada 2026 menggunakan APBD Nunukan.
"Untuk pembuatan jembatan permanen akan diupayakan pada tahun anggaran 2026," pungkasnya.
Untuk diketahui, pembangunan jembatan darurat lokasinya tak jauh dari jembatan yang ambruk. Alasannya, kondisi sungai dangkal. Dan, jembatan darurat masyarakat, kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Agar aktivitas masyarakat dapat berjalan. (akz)
Editor : Azwar Halim