NUNUKAN — Senyum haru terpancar dari wajah puluhan warga yang memenuhi ruang operasi RSUD Nunukan, Senin (20/10) pagi.
Mereka datang dari berbagai wilayah Kabupaten Nunukan untuk mengikuti operasi katarak gratis yang digelar oleh TP PKK Provinsi Kalimantan Utara bekerja sama dengan RSUD Nunukan.
Setidaknya ada sebanyak 60 pasien, sebagian besar warga lanjut usia dari wilayah pesisir dan perbatasan, menjadi peserta kegiatan sosial tersebut. Rasa syukur dan bahagia tampak jelas dari para pasien yang selama bertahun-tahun harus hidup dengan penglihatan kabur akibat katarak.
Salah satunya, Abdul Rahman (68), warga dari Nunukan Selatan, mengaku sudah hampir lima tahun mengalami penurunan penglihatan. Biaya operasi yang mahal membuatnya terpaksa menunda pengobatan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Sudah lama ingin operasi, tapi biayanya tidak sanggup. Sekarang bisa gratis, semoga penglihatan saya kembali seperti dulu,” ucapnya.
Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat pesisir yang selama ini sulit mendapatkan layanan kesehatan mata karena keterbatasan akses dan biaya.
nuBaca Juga: Dua Kasus Penyelundupan Manusia di Nunukan Rampung Disidik, Imigrasi Siap Limpahkan ke Jaksa
Seluruh proses pemeriksaan hingga tindakan operasi dilakukan langsung oleh tim medis RSUD Nunukan bersama dokter spesialis dari provinsi.
Menurut Plt. Direktur RSUD Nunukan, dr. Andi Bau Tune Mangkau, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pelayanan kesehatan yang menyentuh langsung masyarakat kecil.
“Sebagian besar pasien adalah warga usia lanjut yang selama ini menunda operasi karena alasan ekonomi. Dengan adanya kegiatan ini, mereka bisa kembali melihat dengan jelas dan menjalani hidup lebih mandiri,” jelas dr. Andi Bau dalam pernyataan resminya, Senin (20/10).
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Utara, Hj. Rahmawati Zainal yang turut menyaksikan jalannya operasi, mengungkapkan rasa bahagianya melihat antusiasme masyarakat.
“Melihat pasien keluar dari ruang operasi dengan mata berbinar adalah kebahagiaan tersendiri. Kegiatan ini bukan sekadar bantuan medis, tapi juga harapan baru bagi mereka untuk kembali produktif,” tambah Hj. Rahmawati.
Rahmawati menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus diperluas ke daerah-daerah lain di Kalimantan Utara agar semakin banyak masyarakat mendapatkan manfaat serupa.
Selain mendapatkan tindakan medis gratis, peserta juga menerima edukasi mengenai perawatan pasca operasi dan pentingnya menjaga kesehatan mata. (raw)
Editor : Azwar Halim