NUNUKAN - Kementerian Keuangan mengalokasikan dana sebesar Rp 150 miliar untuk pembangunan dua jembatan di wilayah Krayan.
Anggaran ini menjadi langkah strategis pemerintah pusat dalam memperbaiki aksesibilitas dan mendukung pembangunan infrastruktur dasar di kawasan perbatasan.
Camat Krayan, Ronny Firdaus, mengungkapkan bahwa alokasi anggaran tersebut diarahkan pada jalur penghubung utama Krayan - Malinau, yang selama ini menjadi kendala logistik dan mobilitas masyarakat.
“Anggaran Rp 150 miliar dari Kementerian Keuangan sudah dialokasikan untuk membangun dua jembatan di jalur strategis Krayan. Ini menjadi harapan besar bagi kami,” ujarnya ketika diwawancarai, Senin (13/10).
Ronny menjelaskan bahwa selama ini jembatan di wilayahnya masih banyak menggunakan material kayu dan bersifat sementara. Selain itu, akses jalan antar desa dan kecamatan mayoritas berupa jalan tanah yang akan sangat terdampak saat musim hujan.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Ronny menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Krayan tetap berlangsung secara bertahap.
Tantangan geografis, keterpencilan wilayah, kesulitan distribusi material, dan terbatasnya anggaran menjadi faktor utama yang memperlambat progres.
“Kalau dilihat sepintas, memang terasa lamban. Tapi pembangunan tetap berjalan dan terus bergerak. Semua bergantung pada perencanaan dan kemampuan anggaran,” jelasnya.
Pemerintah juga terus mengupayakan peningkatan infrastruktur pendukung, seperti, sektor kesehatan melalui ambulans udara dan kunjungan dokter spesialis, sektor pendidikan lewat penyediaan ruang kelas dan fasilitas internet secara bertahap dan transportasi udara, dengan usulan penambahan rute penerbangan menjelang Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, terkait anggaran yang sudah ditetapkan kementerian tersebut, Ronny menyebut mekanisme teknis pelaksanaan masih menunggu arahan pemerintah pusat.
“Kami belum tahu apakah dana itu disalurkan langsung ke daerah, lewat provinsi, atau dikerjakan langsung oleh kementerian teknis seperti PUPR. Yang jelas nilainya Rp 150 miliar untuk dua jembatan,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan jembatan ini berada pada jalur strategis yang terhubung dengan akses nasional antara Krayan dan Malinau. Jika akses tersebut berfungsi maksimal, distribusi material, kebutuhan pokok, dan mobilitas masyarakat akan jauh lebih mudah.
Ronny juga menegaskan bahwa pembangunan dipastikan akan berjalan bertahap mengingat kondisi geografis Krayan yang ekstrem dan keterbatasan pasokan material seperti BBM. Meski terkesan lamban, progres pembangunan tetap berlangsung dari tahun ke tahun.
“Yang penting jalannya, walaupun lambat. Pembangunan itu bertahap, dan daerah-daerah sulit seperti kami membutuhkan perhatian khusus,” bebernya. (raw)
Editor : Azwar Halim