Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Guru Tapal Batas Dapat Hadiah Umrah dari Bupati Nunukan

Riko Aditya • Rabu, 8 Oktober 2025 | 14:04 WIB
TERHARU: Hj. Suraidah tidak pernah menyangka akan diberikan hadiah berangkat umrah atas dedikasinya kepada anak-anak PMI FOTO:DOKUMENTASI SURAIDAH      
TERHARU: Hj. Suraidah tidak pernah menyangka akan diberikan hadiah berangkat umrah atas dedikasinya kepada anak-anak PMI FOTO:DOKUMENTASI SURAIDAH    

NUNUKAN – Hj. Suraidah, seorang guru yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, mendapatkan hadiah berupa perjalanan umrah ke Tanah Suci, dari Bupati Nunukan H. Irwan Sabri.

Hj. Suraidah dikenal sebagai pelopor pendidikan di tapal batas yang membuka sekolah bagi anak-anak TKI, meski mereka tidak memiliki dokumen identitas resmi seperti akta kelahiran atau kartu keluarga.

“Saya tidak bisa menolak anak-anak yang ingin belajar. Walaupun tanpa identitas, saya tetap izinkan mereka bersekolah,” tuturnya Suraidah ketika dihubungi. 

Upayanya mendapat perhatian ketika seorang pejabat daerah, almarhum Sainuddin yang saat itu menjabat Kabid SDA DPUPR Nunukan, berkunjung ke sekolahnya pada peringatan 17 Agustus.

Dari pertemuan itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Nunukan pun, segera menerbitkan akta kelahiran bagi lebih dari 40 siswa. “Ya, sejak saat itu, anak-anak saya punya identitas dan bisa mendapat beasiswa,” kenangnya bersyukur.

Kini, sekolah yang ia dirikan telah diwakafkan kepada Kementerian Agama dan resmi berstatus sebagai sekolah negeri. Hj. Suraidah bersama sejumlah guru lokal masih turut membantu mengelola kegiatan belajar mengajar di sana.

“Alhamdulillah, sekolah sudah menjadi negeri. Namun kami tetap membantu karena ini rumah bagi anak-anak kami,” ujarnya.

Perhatian Bupati Nunukan bermula ketika kisah perjuangan Hj. Suraidah ditayangkan dalam sebuah dokumenter oleh rekan-rekan alumni Universitas Hasanuddin di Kantor Bupati Nunukan.

Tayangan itu menarik perhatian Bupati Irwan Sabri, yang kemudian menanyakan langsung sosok di balik kisah tersebut. Dari situlah muncul niat untuk memberikan apresiasi berupa hadiah umrah.

“Saya tidak tahu kalau kisah saya diperhatikan. Tiba-tiba pihak travel menghubungi, katanya saya akan diberangkatkan umrah. Saya hanya bisa menangis haru,” ungkap Suraidah.

Hj. Suraidah pun mengaku, dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 20 Oktober mendatang.

Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan, terutama kepada Bupati Irwan dan istri yang telah datang langsung ke kediamannya.

“Saya ingin ucapkan terima kasih bapak dan Ibu bupati, perhatian ini sangat berarti bagi saya dan keluarga,” tutup Suraidah. (raw) 

Editor : Azwar Halim
#kaltara #guru tapal batas #hadiah umrah #bupati nunukan