Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dua RS di Perbatasan Nunukan Kini Punya Dokter Spesialis Lengkap

Riko Aditya • Selasa, 7 Oktober 2025 | 14:50 WIB
Kepala Dinas Kesehatan dan P2KB Nunukan, Hj. Miskia
Kepala Dinas Kesehatan dan P2KB Nunukan, Hj. Miskia

NUNUKAN - Dua rumah sakit pratama di wilayah paling luar Kalimantan Utara, yakni RS Sebuku dan RS Sebatik, kini telah memiliki tenaga dokter spesialis lengkap untuk melayani masyarakat.

Kepastian itu diutarakan Kepala Dinas Kesehatan dan P2KB Nunukan, Hj. Miskia. Dirinya mengatakan kedua rumah sakit tersebut masing-masing telah diperkuat lima dokter spesialis, termasuk dokter spesialis anestesi.

Kehadiran mereka merupakan bagian dari program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS) dari Kementerian Kesehatan.

“Awalnya kami mengusulkan empat dokter, tapi alhamdulillah justru mendapatkan lima, termasuk spesialis anestesi yang menjadi penunjang utama layanan operasi,” ujar Miskia ketika diwawancarai.

Para dokter spesialis ini mulai bertugas sejak Agustus 2025, dan ditempatkan secara khusus oleh Kementerian Kesehatan. Pemerintah daerah tetap berperan dalam menanggung pembiayaan operasional, penyediaan tempat tinggal, hingga kendaraan dinas untuk mendukung tugas mereka.

“Status mereka dokter penugasan khusus dari Kemenkes, tapi untuk pembiayaan pekerjaan, gaji, dan fasilitas tetap kami yang tanggung,” jelasnya.

Dengan hadirnya dokter spesialis, layanan medis di RS Sebuku dan Sebatik kini meningkat signifikan, termasuk pelayanan operasi yang sebelumnya belum berjalan optimal.

Miskia menyebut, ruang operasi di RS Sebuku bahkan sudah mulai digunakan untuk tindakan pembedahan ringan seperti operasi tumor jinak.

“Ya, sudah ada operasi dilakukan di Sebuku, dan ke depan akan terus kami kembangkan,” ungkap Miskia.

Miskia pun berharap, keberadaan tenaga medis spesialis ini membuat masyarakat perbatasan tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah seperti Tarakan atau Nunukan kota untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan.

Selain itu, Pemkab Nunukan juga memperkuat sektor kesehatan dengan menjalin kerja sama bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program pendidikan tenaga medis daerah.

Beberapa putra-putri Nunukan kini tengah menempuh pendidikan kedokteran untuk disiapkan kembali ke daerah asal setelah lulus.

“Kami sekolahkan anak-anak daerah melalui MoU dengan Unhas agar kebutuhan tenaga medis bisa terpenuhi dari dalam,” ujarnya.

Di sisi lain, program ambulans terbang untuk wilayah terpencil masih tetap berjalan meski dengan frekuensi terbatas karena efisiensi anggaran.

Tahun ini, layanan tersebut sudah digunakan satu kali penerbangan darurat. Miskia pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan lokal yang kini telah jauh lebih memadai.

“Kami berharap masyarakat percaya pada fasilitas kesehatan kita sendiri. Mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, semuanya sudah siap melayani,” tutupnya. (raw)

Editor : Azwar Halim
#rumah sakit #kaltara #nunukan #p2kb #Kepala Dinas Kesehatan