Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

BNPP Sambangi Simantipal, Gagas 'Boundary Small City' di Tapal Batas

Asrullah RT • Selasa, 7 Oktober 2025 | 14:23 WIB
BNPP RI  SOSIALISASI: BNPP RI saat memaparkan konsep Boundary Small City kepada masyarakat di Balai Pertemuan Desa Sumantipal, Lumbis Pansiangan, Rabu 1/10
BNPP RI SOSIALISASI: BNPP RI saat memaparkan konsep Boundary Small City kepada masyarakat di Balai Pertemuan Desa Sumantipal, Lumbis Pansiangan, Rabu 1/10

NUNUKAN - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI kembali melakukan kunjungan lapangan ke kawasan perbatasan negara, wilayah Simantipal Kecamatan Lumbis Pansiangan, Nunukan belum lama ini.

Diketahui, wilayah Simantipal resmi menjadi bagian dari Indonesia pada 2019 usai perundingan batas wilayah dengan Malaysia sejak 1974 selalu menemui jalan buntu.

Tim Asisten Deputi (Asdep) Penataan Ruang Kawasan Perbatasan (PRKP) BNPP, Ismawan Harijono menyampaikan tim melakukan kunjungan ke Simantipal untuk mendapatkan data dukung dan update guna memfasilitasi realisasi penyusunan dan pengembangan kawasan Simantipal sesuai Rencana Aksi (Renaksi) percepatan pengembangan kawasan eks Outstanding Boundary Problems (OBP) Simantipal.

"Tim datang untuk memotret sebagian sisi Simantipal dan menyempurnakan dokumen data awal pengembangan konsep 'Boundary Small City', dan harapan masyarakat untuk mendapatkan bantuan pembangunan perumahan," ucap Ismawan Harijono saat pertemuan di Balai Pertemuan Desa Sumantipal, Lumbis Pansiangan.

Boundary Small City akan menyasar 500 kepala keluarga (KK) yang dahulu pergi meninggalkan wilayah perbatasan negara, karena terdampak perundingan OBP Sungai Simantipal antara Indonesia dengan Malaysia.

"Pembangunan Boundary Small City dilengkapi dengan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU), fasilitas sosial (Fasos) berupa SD, SMP, SMK. Fasilitas kesehatan dan fasilitas umum lainnya," jelasnya.

Dijelaskan, 'Boundary Small City' adalah pembangunan desa yang berkelanjutan dan terarah. Dan tujuannya menciptakan pertumbuhan yang merata, kemandirian, dan kesejahteraan bagi warga perbatasan negara.

Pengembangan desa, lanjutnya akan berjangka panjang dengan menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam memanfaatkan potensi desa, mengelola sumber daya dan mengadaptasi perubahan.

"Kunjungan lapangan ini menjadi kunjungan kedua kalinya tim PRKP BNPP ke Simantipal. Kunjungan lapangan pertama dilakukan untuk menyempurnakan rencana trase jalan akses perbatasan di Gunung Kanji, Desa Labang, pada 13-14 November 2024, lalu," tutupnya. (akz)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #BNPP Sembangi Simantipal #tapal batas #nunukan #Boundary Small City