Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

KONI Nunukan Hadapi Tantangan Besar, Pembinaan, Fasilitas, dan Penyatuan Arah Olahraga Perbatasan

Riko Aditya • Minggu, 5 Oktober 2025 | 17:03 WIB

 

DOK KONI NUNUKAN  TERPILIH: Muhammad Yasin akhirnya terpilih sebagai ketua KONI Nunukan
DOK KONI NUNUKAN TERPILIH: Muhammad Yasin akhirnya terpilih sebagai ketua KONI Nunukan

NUNUKAN – Setelah melewati proses pemilihan yang dinamis, kepemimpinan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Nunukan resmi terbentuk.

Namun, euforia pemilihan segera berganti dengan pekerjaan besar yakni, menata kembali arah pembinaan dan masa depan olahraga di wilayah perbatasan.

Tantangan utama yang menanti adalah membangun sistem olahraga yang kuat di tengah keterbatasan fasilitas, minimnya kompetisi, dan kurangnya pembinaan berkelanjutan bagi atlet muda.

Itu ditegaskan Ketua KONI terpilih, Muhammad Yasin. Menurutnya, dengan kondisi geografis Nunukan yang luas dan terpisah-pisah, juga menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi KONI untuk memastikan semua cabang olahraga (cabor) bisa berkembang secara merata.

Kepemimpinan baru KONI menegaskan bahwa prioritas awal adalah memperkuat pembinaan atlet dari akar rumput.

Upaya ini akan difokuskan melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah, komunitas, serta pelatih lokal yang selama ini menjadi ujung tombak pencarian bibit unggul.

“Ya, banyak potensi muda di Nunukan yang belum tergarap maksimal. Tugas kita adalah menyiapkan sistem pembinaan yang berjenjang dan berkelanjutan agar mereka bisa berkembang hingga level provinsi bahkan nasional,” ujar Yasin ketika dihubungi, Minggu (5/10).

Selain pembinaan, penataan internal organisasi juga menjadi fokus. Struktur KONI akan diperkuat agar lebih efisien, transparan, dan partisipatif. Setiap cabor diharapkan berperan aktif dalam penyusunan program kerja serta evaluasi kegiatan, sehingga seluruh keputusan dapat diambil secara kolektif.

Di sisi lain, dukungan pendanaan dan fasilitas masih menjadi kendala klasik olahraga Nunukan. Karena itu, kepemimpinan baru berencana menggandeng berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia pendidikan, hingga sektor swasta, untuk mendorong pembangunan sarana latihan dan kompetisi yang lebih layak.

“Olahraga harus menjadi gerakan bersama. Tanpa kolaborasi lintas sektor, sulit bagi kita untuk menciptakan perubahan nyata,” tegas Yasin.

KONI Nunukan juga berkomitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak pada atlet dan pelatih, termasuk dalam pemberian penghargaan dan perhatian bagi mereka yang menorehkan prestasi.

Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan motivasi baru di kalangan insan olahraga daerah perbatasan. Dengan semangat baru, kepemimpinan KONI Nunukan diharapkan mampu menjadi motor penggerak kebangkitan olahraga di Nunukan.

“Jadi meskipun dengan segala keterbatasan, olahraga tetaplah menjadi ruang pemersatu, sumber semangat dan simbol kebanggaan masyarakat perbatasan,” beber Yasin. (raw)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #Koni Nunukan #fasilitas olahraga