Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

September, Inflasi Nunukan Tunjukkan Tren Positif, Sektor Pangan Dorong inflasi

Asrullah RT • Kamis, 2 Oktober 2025 | 13:51 WIB
Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien
Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien

NUNUKAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Nunukan mencatatkan lima komoditas penyumbang Inflasi pada September 2025. Bahkan, pada September ini terdapat deplasi m-o-m.

Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien, menyampaikan bahwa secara umum inflasi di Nunukan terbilang masih dalam kondisi stabil dan terkendali. Bahkan pada September 2025 mengalami deflasi secara bulanan.

"Berdasarkan angka Inflasi September 2025 Kabupaten Nunukan untuk inflasi year-on-year (y-o-y) sebesar 1,84 persen, inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar -0,36 persen dan inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 1,62 persen," ucap Iskandar Ahmaddien, Kamis (2/10).

Dijelaskan, komoditas utama yang mendorong inflasi tahunan berasal dari sektor pangan dan barang non-pangan. Diantaranya, tomat, emas perhiasan, ikan bandeng atau ikan bolu, mentimun, dan bawang merah.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor konsumsi rumah tangga, terutama pangan, masih cukup berpengaruh terhadap pergerakan harga di Nunukan," jelasnya.

Selanjutnya, inflasi secara bulanan, BPS Nunukan mencatatkan lima komoditas mengalami kenaikan harga. Dimana, posisi pertama pada tarif jasa.

“Seperti, tarif gunting rambut pria dan wanita mengalami kenaikan yang cukup mencolok. Kemudian, pasir, mangga dan daging ayam ras," sebutnya.

Selanjutnya inflasi, deplasi bulanan juga terjadi di Nunukan. Komoditas ini terdiri dari ikan layang, cabai rawit, ikan kembung, ikan bandeng dan tomat.

Jika dibandingkan dengan inflasi nasional maupun daerah seperti Tanjung Selor dan Tarakan, angka inflasi Nunukan tergolong rendah dan tetap berada dalam batas yang aman.

Secara nasional, inflasi y-o-y berada di angka 2,65 persen, Nunukan 1,84 persen, Kota Tarakan inflasi tahunan sebesar 2,46 persen, dengan inflasi bulanan 0,35 persen.

Sementara Tanjung Selor mencatat inflasi tahunan tertinggi di Kaltara, yakni 2,74 persen, tetapi juga mengalami deflasi bulanan terdalam, sebesar -0,53 persen.

“Untuk keseluruhan, kondisi inflasi Nunukan menunjukkan tren positif. Kami akan terus memantau pergerakan harga, terutama menjelang akhir tahun. Sehingga, stabilitas ekonomi tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak terganggu," pungkasnya. (akz)

Editor : Azwar Halim
#Tren Positif #kaltara #Inflasi Nunukan #Sektor pangan