KRAYAN - Di tengah rimba tropis Kalimantan, tepatnya di Dataran Tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan utara, tumbuh sebuah kekayaan alam yang menjadi kebanggaan masyarakat adat setempat, yaitu Beras Adan.
Beras ini bukan sekedar bahan pangan, melainkan warisan budaya, simbol kearifan lokal dan bukti harmoninya manusia dengan alam.
Beras Adan berasal dari varietas padi lokal yang telah dibudidayakan secara turun temurun oleh masyarakat Dayak Lundayeh. Letak geografis yang berada di dataran tinggi, udara sejuk, serta tanah yang subur membuat beras ini memiliki kualitas unik.
Secara umum, beras adan terbagi menjadi beberapa warna yaitu Beras Adan Putih, Beras Adan Merah dan Beras Adan Hitam.
Namun, menjaga keberlanjutan produksi beras adan tidak hanya tentang pertanian, melainkan juga kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Seno Pramudito, S.Hut., M.E., menjelaskan Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) hadir, melalui program Desa Binaan, Balai menciptakan model pengelolaan Beras Adan yang selaras dengan konservasi dan kesejahteraan.
"Program Desa Binaan adalah inisiatif Kementerian Kehutanan untuk mendorong desa di sekitar kawasan konservasi menjadi desa mandiri dan lestari, melalui peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan, dan pengadaan bantuan ekonomi produktif," ucapnya.
Beberapa desa di Dataran Tinggi Krayan menjadi desa binaan yang diarahkan untuk menjadikan Beras Adan sebagai produk unggulan, sekaligus sebagai bukti nyata hubungan positif antara kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Desa-desa tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi puluhan desa lain dalam pengelolaan Beras Adan.
Kolaborasi antara Balai Taman Nasional Kayan Mentarang dengan petani diharapkan mampu menghasilkan beras organik berkualitas tinggi dan juga mampu membangun ekosistem sosial-ekonomi yang berakar pada kelestarian alam.
"Beras Adan menjadi contoh bahwa konservasi bukan hambatan bagi pembangunan, melainkan pondasi bagi kesejahteraan yang berkelanjutan," jelasnya.
Ia menegaskan, Beras Adan adalah kebanggaan Krayan, lahir dari tanah yang subur dan air pegunungan yang jernih. Beras Adan bukan hanya hasil pertanian, tetapi juga warisan budaya dan bukti harmoninya masyarakat Krayan dengan alam.
"Kami di Balai Taman Nasional Kayan Mentarang menjaga hutan dan sumber air yang menjadi penopang sawah, memperkuat kapasitas petani, serta membuka akses pasar," bebernya.
Kolaborasi ini membuktikan bahwa melestarikan alam dan meningkatkan ekonomi masyarakat bisa berjalan beriringan.
"Bersama program desa binaan, kami ingin Beras Adan bukan hanya dikenal, tetapi dicintai dan dihargai dunia sebagai produk pertanian dari Dataran Tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara," pungkasnya. (akz)
Editor : Azwar Halim