Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Peringatan Hari Anak Nasional 2025 di Sebatik: Seruan Bersama untuk Lindungi dan Penuhi Hak Anak

Riko Aditya • Minggu, 3 Agustus 2025 | 18:57 WIB
HADIR DI MASYARAKAT: Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Nunukan, Ny. Andi Annisa Muthia hadir dalam HAN di Sebatik, Sabtu (2/8).FOTO: DOK PROKOMPIM
HADIR DI MASYARAKAT: Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Nunukan, Ny. Andi Annisa Muthia hadir dalam HAN di Sebatik, Sabtu (2/8).FOTO: DOK PROKOMPIM

NUNUKAN - Tak sekadar menjadi ajang perayaan, Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 di Nunukan juga menjadi panggung penting untuk menyuarakan kepedulian terhadap kondisi anak-anak di tengah berbagai tantangan zaman, khususnya di perbatasan Sebatik.

Lewat kegiatan senam bersama, pelepasan balon, hingga penampilan anak-anak, namun pesan yang disampaikan jauh lebih dalam.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan memanfaatkan momentum ini untuk mengingatkan semua pihak, masa depan anak Indonesia berada dalam situasi genting jika pengawasan dan perhatian terhadap mereka terus diabaikan.

Di gelar di Sebatik, Sabtu (2/8) HAN 2025 kali ini dikemas berbeda.

Dalam sambutan tertulis Bupati Nunukan yang dibacakan oleh Plt. Sekda, Ir. Jabbar, menekankan bahwa berbagai ancaman serius terus mengintai anak-anak.

Mulai dari penculikan, kekerasan seksual, perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, hingga kecanduan gawai menjadi “bom waktu” yang bisa meledak kapan saja jika tidak ditangani bersama.

“Kita hidup di era digital yang sangat kompleks. Teknologi bisa menjadi alat bantu, tapi tanpa pendampingan yang tepat, justru bisa menjadi jebakan. Anak-anak adalah pewaris bangsa, bukan korban zaman,” ujar Ir. Jabbar.

Pemerintah daerah pun mengajak orang tua, guru, dan masyarakat luas untuk lebih aktif dalam memberikan pendampingan dan menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi tumbuh kembang anak.

Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Nunukan, Ny. Andi Annisa Muthia, turut hadir dan menyuarakan pentingnya peringatan HAN sebagai bentuk refleksi kolektif.

“Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah momen pengingat bagi kita semua bahwa anak-anak memiliki hak lebih dari sekadar pendidikan dan kesehatan. Mereka juga berhak untuk bermain, berekspresi, dan menentukan masa depan mereka sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, kualitas generasi mendatang sangat ditentukan oleh peran keluarga, satuan pendidikan, dan lingkungan sosial yang mengelilingi anak-anak saat ini.

“Anak adalah investasi jangka panjang. Apa yang kita tanam hari ini akan membentuk wajah bangsa esok hari.” tambahnya.

Salah satu inisiatif konkret yang ditonjolkan dalam peringatan HAN tahun ini adalah penyerahan 1.000 buku bacaan anak berkualitas dari Perpustakaan Nasional.

Buku-buku tersebut disalurkan ke taman baca masyarakat (TBM) serta perpustakaan desa dan kelurahan di wilayah Sebatik.

Penyerahan simbolis dilakukan oleh Ny. Andi Annisa Muthia bersama Plt. Sekda Ir. Jabbar, Kepala Dinas Pendidikan Achmad, dan Plt. Kepala Dinas Perpustakaan Hj. Erlina.

“Langkah ini penting untuk memperluas akses literasi anak-anak di daerah perbatasan. Mereka punya hak yang sama untuk berkembang lewat bacaan yang bermutu,” ujar Ny. Annisa.

Pemkab Nunukan menekankan pentingnya mengubah paradigma dalam memperlakukan anak-anak. Tidak cukup hanya memberikan perlindungan, anak-anak juga perlu dilibatkan dalam proses pembangunan yang sesuai usia dan kapasitas mereka.

“Hari Anak Nasional adalah momentum untuk membangun ruang aman bagi anak-anak. Mereka bukan hanya objek simpati, tapi subjek aktif masa depan. Sudah saatnya semua pihak pemerintah, masyarakat, dan keluarga, bekerja bersama untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi,” tegas Ir. Jabbar. (raw)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #hari anak nasional #pemkab nunukan #sebatik #perlindungan anak