NUNUKAN - Merespon permintaan para pengunjuk rasa di Mako Polres Nunukan, Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas datang langsung menemui pendemo.
Boni pun memastikan oknum personel Polres Nunukan yang terlibat akan diproses hukum sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Keadaan yang sudah terjadi, tentu menjadi bahan evaluasi kami secara internal dalam hal ini Polres Nunukan untuk lebih bisa berbenah, khususnya terkait pembinaan baik secara administrasi maupun pembinaan secara operasional,” ujar Boni di hadapan pendemo, Kamis (17/7).
Disamping itu, Boni meminta semua pihak bersama-sama mengawal kasus tersebut dan menegaskan komitmen perang terhadap narkoba.
Sebab, Polri dalam hal ini Polda Kaltara dan Polres Nunukan masih pada prinsip yang sama, dalam memusuhi atau perang dan berantas narkoba.
Di sisi lain, Boni menerangkan bahwa wilayah Nunukan, adalah wilayah perbatasan, yang dimana tentu akan memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan khususnya penyalahguna narkoba untuk memanfaatkannya.
Tetapi dengan keterbatasan prasarana yang ada, Polres Nunukan menegaskan tetap berdiri dan juga dibantu dukungan Forkopimda yang ada, semua sepakat dan tetap berusaha memberantas narkoba sampai ke akarnya.
“Untuk itu kami mengajak sama-sama dukung, kita semua harus satu suara perang terhadap narkoba,” ajak Boni.
Selain itu, menjawab langkah tegas atas kejadian penangkapan personelnya, menurut Boni, semua personel Polres Nunukan yang mana terbukti melakukan pelanggaran pidana maupun narkotika, dipastikan akan diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pihaknya juga kini menindaklanjuti evaluasi jajaran dengan penyegaran rotasi dan memberikan kesempatan rekan Polri yang lain bisa mengemban posisinya sesuai dengan kredibilitas dan kinerjanya, demi mengontrol personel dalam melakukan kinerjanya.
“Sekarang jabatan Kasat Narkoba sudah diisi oleh personel yang lain, dan kami juga sudah pernah sampaikan, terhadap personel Polres Nunukan yang diamankan, kewenangannya sudah berada di Mabes Polri, sehingga sudah dipastikan hukum akan diberlakukan secara tegas dan transparan,” pungkas Boni. (raw)
Editor : Azwar Halim