NUNUKAN - Infrastruktur jalan di Kecamatan Sebuku mendapatkan perhatian anggota DPRD Nunukan. Bagaimana tidak, kondisi jalan penghubung empat desa di Kecamatan Sebuku kian memprihatinkan.
Situasi itu diungkap Anggota DPRD Nunukan Donal. Menurutnya, ruas jalan yang melintasi Desa Bebanas, Desa Melasu Baru, Desa Tetaban dan Desa Sujau masih berupa jalan tanah. Dan situasi ini tak kunjung tersentuh pembangunan.
"Keluhan masyarakat yang bertahun-tahun merasakan buruk akses jalan. Setiap musim hujan, jalan ini berubah menjadi kubangan lumpur yang sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat," ucap Donal.
Lanjutnya, ketika di musim kemarau, ruas jalan berdebu. Situasi ini tentunya dapat mengganggu kesehatan warga yang setiap hari melintas di jalan tersebut.
“Mau lewat saja harus siap-siap jatuh kalau hujan, atau mandi debu kalau kering. Sudah bertahun-tahun begini, tapi perhatian pemerintah minim sekali,” ungkapnya.
Ia menegaskan, karena situasi ini tidak hanya menyulitkan aktivitas sehari-hari masyarakat. Tetapi juga berdampak langsung pada akses pendidikan, distribusi kebutuhan pokok hingga pelayanan kesehatan.
"Warga saat ini mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam pemerataan pembangunan infrastruktur," bebernya.
Karena situasi ini, anggota DPRD Dapil 4 mendesak Pemkab Nunukan agar turun langsung melihat kondisi jalan.
Dan tidak hanya menerima laporan di atas kertas. Sebab, kehadiran pemerintah di lapangan sangat penting untuk memastikan penanganan segera dan tepat sasaran.
"Jadi harus ada langkah nyata. Bukan sekadar janji yang terus diulang. Kalau pemerintah serius bicara pembangunan berkeadilan, buktinya harus ada. Jalan ini salah satu kebutuhan dasar,” pungkasnya. (akz)
Editor : Azwar Halim