Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Buduk Udan, “Negeri di Atas Awan” yang Menjadi Primadona Wisata Krayan Barat

Radar Tarakan • Jumat, 30 Mei 2025 | 20:09 WIB
DIPA/RADAR TARAKAN
DIPA/RADAR TARAKAN

KRAYAN BARAT – Buduk Udan, destinasi wisata yang terletak di kawasan dataran tinggi Krayan, tepatnya di Lokasi Tang Paye, Desa Pa’ Kidang, Kecamatan Krayan Barat, semakin dikenal sebagai “Negeri di Atas Awan”.

Tempat ini kini menjadi daya tarik utama baik bagi wisatawan lokal, luar daerah, hingga pengunjung dari negara tetangga Malaysia.

Buduk Udan berada pada ketinggian 1.475 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan merupakan salah satu bukit tertinggi di Krayan Barat.

Destinasi ini juga menjadi gerbang menuju kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang yang kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk tanaman langka dan dilindungi seperti Rafflesia pricei.

Untuk mencapai Buduk Udan, pengunjung harus melakukan perjalanan udara menuju Bandara Yuvai Semaring di Long Bawan, dilanjutkan ke Lokasi Tang Paye, Desa Pa’ Kidang, dan trekking sejauh ±5 km.

Sepanjang jalur trekking, wisatawan disuguhi panorama alam yang memukau dan keberagaman flora-fauna khas Kalimantan Utara.

Waktu terbaik untuk menikmati pesona Buduk Udan adalah pada pagi hari pukul 05.00 WITA untuk melihat matahari terbit (sunrise), serta sore hari sekitar pukul 17.00 WITA untuk menikmati matahari terbenam (sunset).

Ketua Kelompok Wisata Pa’ Kidang Makmur, Bapak Doni, mengungkapkan bahwa Buduk Udan telah menjadi destinasi andalan desa.

"Kunjungan wisatawan terus meningkat, bahkan dari negara tetangga Malaysia. Pada 2023, Desa Pa’ Kidang dianugerahi sebagai salah satu dari 100 Desa Wisata Terbaik di Indonesia dan 10 Besar Desa Wisata Kalimantan Utara oleh Kemenparekraf," ujarnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan Balai Taman Nasional Kayan Mentarang yang telah memberikan pelatihan kepemanduan, serta bantuan sarana dan prasarana seperti shelter dan papan informasi.

Kepala Balai TN Kayan Mentarang, Bapak Seno Pramudito, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung pengembangan ekowisata di wilayah penyangga taman nasional.

"Kami juga telah membentuk kelompok monitoring khusus untuk Rafflesia pricei agar masyarakat dapat mengetahui waktu mekarnya bunga tersebut dan menyajikan momen langka ini kepada wisatawan," jelasnya.

Dengan potensi alam yang luar biasa dan dukungan berbagai pihak, Buduk Udan diharapkan terus berkembang sebagai destinasi wisata berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta melestarikan kekayaan hayati Krayan Barat. (*dip)

Editor : Azwar Halim
#negeri di atas awan #krayan barat #nunukan #primadona wisata