NUNUKAN - Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Nunukan mengikuti pelatihan yang dilaksanakan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Utara.
Hal ini merupakan bentuk nyata pembinaan dan pemberdayaan.
Ketua TP PKK Kaltara, Hj. Rahmawati menyampaikan pelatihan yang diberikan kepada WBP baik pria maupun wanita, sebagai bekal keterampilan yang nantinya dapat diaplikasikan saat kembali ke masyarakat.
Dan langkah ini merupakan tanggung jawab sosial PKK dalam mendukung proses rehabilitasi WBP.
“Kare saya ingin jika sudah keluar dari lapas harus menjadi yang lebih baik. Jangan mengulang hal yang sama. Jadikan pelatihan ini sebagai langkah awal menuju yang lebih positif," ucap Hj. Rahmawati.
Dijelaskan, bentuk pelatihan yang diberikan kepada WBP yakni pelatihan pengolahan makanan dan kerajinan tangan untuk pria dan wanita. Sementara, salon kecantikan rambut untuk wanita saja.
Dengan pelatihan ini diharapkan menjadi bekal WBP usai menyelesaikan masa hukumannya.
“Dengan mengikuti pelatihan ini, jika mereka sudah bebas, mereka bisa mencari atau bahkan menciptakan lapangan usaha sendiri,” harapnya.
Sementara, Plh. Kepala Lapas Nunukan, Nidal Muamar Fadilah menambahkan pelatihan ini diikuti total 90 WBP. Dengan rincian 20 orang pelatihan pengolahan makanan, 50 orang salon kecantikan rambut dan Kerajinan 20 orang kerajinan tangan.
Selain itu, juga dilaksanakan sosialisasi pemanfaatan pekarangan yang diikuti 40 orang.
Baca Juga: Ratusan Warga Binaan Lapas Nunukan Lalui Sidang Pengamatan Untuk Jadi Tamping, Apa Itu Napi Tamping?
Ia menegaskan, kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada aspek hukum dan kedisiplinan. Tetapi pembinaan mencakup upaya nyata dalam meningkatkan kualitas hidup warga binaan.
"Dengan pelatihan diharapkan WBP saat kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang dapat menunjang kehidupan mandiri," pungkasnya. (akz)
Editor : Azwar Halim