NUNUKAN - Sejumlah rombongan dari Presidium Daerah Otonomi Baru (DOB) Krayan mendatangi gedung MPR/DPR RI di Jakarta, Jumat (21/2). Mereka membawa lembaran kertas besar bertuliskan, DOB Krayan atau pindah Malaysia juga Rakyat Perbatasan Sejahtera, Negara Kuat.
Perwakilan Presidium DOB Krayan, Gat Khaleb mengatakan, terkait tulisan pindah Malaysia merupakan bahasa satire, hanya penekanan. Itu ditujukan langsung ke perwakilan rakyat RI dan pemerintah RI.
“Kami membaca deklarasinya di depan gedung MPR/DPR RI di Jakarta, bahkan kami bawa ke podium pada Jumat (21/2) kemarin,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Minggu (23/2).
Gat mengaku, meskipun ada ratusan daerah yang mengajukan DOB, pihaknya kekeh menuntut pencabutan moratorium dan dilakukan pemekaran secara parsial untuk Krayan.
“Sudah 80 tahun usia merdeka, keadaan kita masih seperti zaman penjajah, kita masih makan dari negara tetangga, harusnya republik ini kan malu, masa anaknya orang lain yang memberi makan,” tutur Gat.
Dirinya menegaskan, jika bicara nasionalisme, pihaknya NKRI 100 persen, tidak ada keraguan sedikitpun terkait kesetiaan kepada republik Indonesia, namun sebagai anak dari rahim ibu pertiwi, mereka meminta diberikan kesejahteraan, supaya daerah Krayan layak disebut sebagai anak-anak dari republik Indonesia.
Gat pun meyakinkan bahwa saat ini lah kesempatan negara untuk hadir. Bahkan Gat menyinggung pemerintah pusat jangan hanya memperhatikan pulau Jawa dan juga Jakarta, daerah pinggiran juga harus diperhatikan.
“Kemarin kami banyak ketemu dengan anggota DPR, tanggapannya mereka akan disampaikan ke pemerintah, akan disampaikan ke DPR namun dengan bahasa normatif, kami berharap tidak sampai disitu, semoga harapan ini sampai ke tujuan kami,” harap Gat. (raw)
Editor : Azwar Halim