Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kerja Sama Ekonomi Topik Utama Pertemuan BIMP-EAGA

Radar Tarakan • Selasa, 24 September 2024 | 10:00 WIB

 

ISTIMEWA BAHAS EKONOMI: The 2nd Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East Asean Growth Area (BIMP-EAGA) Trade Facilitation Ciuster (TFC) berlangsung di The Centrepoint Hotel, Gadong
ISTIMEWA BAHAS EKONOMI: The 2nd Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East Asean Growth Area (BIMP-EAGA) Trade Facilitation Ciuster (TFC) berlangsung di The Centrepoint Hotel, Gadong

NUNUKAN -  The 2nd Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East Asean Growth Area (BIMP-EAGA) Trade Facilitation Ciuster (TFC) berlangsung di The Centrepoint Hotel, Gadong, Bandar Seri Begawan. Hal ini merupakan upaya memperkuat perdagangan dan investasi.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Adrian Soetrisno menyampaikan pertemuan ini merupakan lanjutan dari diskusi yang telah berlangsung sebelumnya di Cagayan de Oro, Filipina. Pertemuan ini juga dihadiri sejumlah delegasi dari negara-negara anggota BIMP-EAGA.

"Dengan semangat kolaborasi, perwakilan dari Indonesia, termasuk berkumpul untuk membahas berbagai isu penting terkait kepabeanan, keimigrasian, dan keamanan perbatasan," ucap Adrian Soetrisno, Senin (23/9).

Dijelaskan, rapat ini dipimpin Mr. Datuk Noor Alam Khan bin A. Wahid, Direktur Dewan Keamanan Nasional Sabah, Malaysia. Adapun yang ditekankan yakni pentingnya sinergi antar negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Pertemuan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat kerjasama di kawasan kita. Dengan sinergi yang baik, kita dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan di perbatasan, serta memaksimalkan potensi perdagangan," jelasnya.

Ditegaskan, salah satu agenda utama dalam rapat adalah pembahasan Draft Terms of Reference (TOR) TFC untuk merumuskan pedoman yang dapat memfasilitasi perdagangan lintas batas dengan lebih efektif. Selain itu, Mr. Amir bin Ringgit dari Brunei Darussalam ditunjuk sebagai ketua IWG sementara, menyusul ketidakhadiran Biro Imigrasi Filipina.

"Delegasi Indonesia juga memberikan update mengenai kebijakan keimigrasian terbaru, termasuk informasi terkait visa on arrival dan fasilitas bebas visa untuk sejumlah negara," bebernya.

Langkah ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan dan investor ke kawasan BIMP-EAGA. Dengan semangat kerja sama yang tinggi, pertemuan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan strategis saja.

"Tetapi juga membangun jaringan yang lebih solid antar negara anggota untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi BIMP-EAGA," jelasnya. (akz/lim)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #BIMP EAGA #nunukan #kerjasama ekonomi