NUNUKAN - Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Nunukan H. Irwan Sabri- Hermanus (IRAMA) mendaftarkan diri ke KPU Nunukan untuk maju di Pilkada Nunukan. Irama dikawal ribuan pendukung dari pengurus parpol pengusung, simpatisan dan relawan.
Pasangan Irama ini diusung tiga partai politik (Parpol). Diantaranya,Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Bulan Bintang. Tiba di KPU, bakal Calon Bupati Nunukan H. Irwan Sabri dan Hermanus kompak mengenakan kemeja putih dan kopiah hitam.
H. Irwan Sabri dihadapan awal media menyampaikan visi misi yang dibawa bersama Hermanus berdasarkan hasil kajian isu di masyarakat. Mulai dari kebutuhan dasar masyarakat, ekonomi, infrastruktur kesehatan dan lainnya.
Karena itu, ia menegaskan visi misi Irama akan sangat bermanfaat dan dibutuhkan di masyarakat.
"Pasangan Irama mengkaji melihat dan merasakan isu-isu apa saja yang akan kami lakukan. Visi misi kami kedepan yang benar-benar bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat Nunukan," ucap H. Irwan Sabri.
Ia menegaskan visi misi Irama yakni terwujudnya Nunukan yang inovatif dan sejahtera adil dan mandiri. Kemudian, misi peningkatan kualitas SDM yang cerdas sehat dan berkarakter. Kedua, peningkatan dan percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi sumber daya lokal.
Ketiga, penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan melayani cepat dan tuntas. Pembangunan infrastruktur dasar yang adil merata. Dan menciptakan kehidupan yang harmoni dengan menjaga dan melestarikannya nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
"Karena kita ini berada di daerah perbatasan langsung dengan Malaysia. Sehingga kita harus menjadi nilai budaya jika kedepannya kami terpilih. Kita juga memiliki 17 program unggulan," bebernya.
Sementara, Bakal Calon Wakil Bupati Nunukan Hermanus menyebutkan 17 program unggulan yang disiapkan Irama. Diantaranya, memastikan ketersediaan air bersih di seluruh wilayah Nunukan. Kedua, memastikan kebutuhan energi listrik masyarakat terpenuhi.
Ketiga, 100 kilogram jalan tani setiap tahun, kemudian memastikan pembangunan jalan 50 kilometer penghubung kecamatan dan desa. Satu kecamatan satu unit alat berat.
"200 unit rumah layak huni setiap tahun dengan penganggaran 25 juta per unit," sebutnya. (akz)
Editor : Azwar Halim