Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Terlantar di Nunukan, Nenek 80 Tahun Ditampung Paguyuban Keluarga Jawa, Dinsos Berharap Bantuan Kemensos

Radar Tarakan • Selasa, 30 Juli 2024 | 11:34 WIB

 

RIKO ADITYA/RADAR TARAKAN TERLANTAR: Nenek Rubiah (80) saat ini di tampung di rumah Ketua Pakuwaja Nunukan.
RIKO ADITYA/RADAR TARAKAN TERLANTAR: Nenek Rubiah (80) saat ini di tampung di rumah Ketua Pakuwaja Nunukan.

NUNUKAN - Seorang nenek berusia 80 tahun bernama Rupiah, terlantar di Nunukan dan sedang ditampung oleh Paguyuban Keluarga Jawa (Pakuwaja) Nunukan. Saat ini belum ada solusi, dirinya akan dikemanakan.

Tidak adanya keluarga, membuat pihak Pakuwaja bahkan Dinas Sosial (Dinsos) Nunukan kewalahan menangani Rupiah.

Saat ini Rupiah terlihat sehat dan bugar, dirinya sendiri tidak menolak jika ditempatkan di panti jompo.

Ketua Pakuwaja Nunukan, Purwanto mengatakan, yang menjadi kendala saat ini, Rupiah hendak dibawa ke panti jompo mana.

Setelah berkoordinasi dengan pihak Dinsos Nunukan, belum ada solusi saat ini kemana arah Rupiah akan dipindahkan.

“Beliau ini sudah sama saya sekitar lima bulanan lebih, tinggal di rumah saya selama ini, makanya kita ini mau carikan jalan dia hendaknya kemana,” ujar Purwanto ketika diwawancarai, Senin (29/7).

Purwanto mengatakan, Rupiah merupakan warga Jawa Timur asal Jombang. Belakangan dia diketahui pernah tinggal di Desa Ngoro, Kecamatan bareng, Jombang.

Namun, dirinya sudah sejak muda, merantau ke Kalimantan. “Beliau ini dulu kerja-kerja di perusahaan, jadi pemasak, kemudian pernah jadi asisten rumah tangga, dari mudanya sampai sudah tua sekarang umur 80 tahun,” ungkap Purwanto.

Purwanto sendiri menampung Rupiah, jelas karena bagian dari mereka di Pakuwaja. Sebelum menampungnya, saat itu Rupiah sedang sakit pada kaki, bahkan tidak bisa berjalan, dia hanya bisa ngesot.

Berjalannya waktu Purwanto mengurus Rupiah hingga memanggilkan tukang urut, dia diurut hingga sembuh. Saat ini sudah bisa berjalan normal kembali.

Jika diajak berbicara, Rupiah masih aktif menjawab, meski terkadang sedikit ngelantur, karena sudah pikun.

“Makanya ini kami masih sering komunikasi dengan Dinsos, apakah ada solusi. Mungkin bisa koordinasi dahulu dengan Dinsos Jombang, siapa tau akan dipindahkan di panti jompo di Jombang,” harap Purwanto.

Sementar itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinsos Nunukan, Parmedy mengaku, pihaknya juga sejatinya telah lama melakukan penanganan terhadap Rupiah. Namun, selain kesulitan mencari keluarganya, pihaknya juga tidak semudah itu bisa memasukan ke panti jompo di Kaltara, karena keterbatasan kuota.

“Kalau kita tangani, mau dipulangkan tidak ada keluarganya, sementara penanganan di kami hanya 7 hari,  selanjutnya eksekusi untuk dipulangkan, sampai hari ini, kami tidak ketemu titik itu (keluarga),” ungkap Parmedy ketika dikonfirmasi.

Meski begitu, jika informasi keberadaan seorang terlantar itu diketahui Kementerian Sosial (Kemensos), yang bersangkutan akan menjadi atensi pihak kemensos. Kemungkinan yang terjadi, pihak kemensos sendiri yang akan membawa seorang terlantar tersebut.

“Jadi kami berharap informasi ini juga sampai ke Kemensos, kalau sudah dibawa kemensos, mereka akan merawatnya dibawa ke Balai mereka, kami juga tentu berharap punya solusi, karena jika kami yang menangani, ada banyak kendala yang dihadapi,” tambah Parmedy. (raw/lim)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #nunukan #Nenek 80 Tahun Ditampung