NUNUKAN - Tidak menghiraukan sekolah swasta menjadi penekanan Dinas Pendidikan (Disdik) Nunukan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Sebagian besar pelajar memaksakan ingin masuk sekolah negeri, padahal yang bersangkutan tidak memenuhi syarat pendaftaran.
Padahal kurikulum yang digunakan baik di sekolah negeri, maupun swasta terbilang sama saja. Orang tua tentu juga berperan aktif dalam memastikan anak-anaknya mendaftar sesuai syarat yang ditentukan.
Kepala Disdik Nunukan, Akhmad mengaku, tidak sedikit keluhan disampaikan ke pihaknya terkait tidak diterimanya peserta didik baru ke sekolah yang mereka inginkan. Padahal mereka tidak memenuhi syarat misalnya zonasi dari tempat tinggal ke sekolah yang diinginkan.
“Ya, saya tau itu banyak sekali anak-anak ini mendaftar SMP 1 Nunukan, ibu bukan tanpa sebab, ada dorongan melihat teman-temannya pada masuk ke sana, meski tidak memenuhi syarat, tetap ikut ikutan daftar ke SMP 1,” ungkap Akhmad ketika diwawancarai, Jumat (5/7).
Belum lagi diketahui, selama ini banyak orang tua murid terlalu mengikuti keinginan dari anak-anak mereka, dimana lebih memilih sekolah tertentu atau dikatakan sekolah favorit. Namun mereka tidak memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku di PPDB.
Pada akhirnya, paradigma anak-anak memaksakan masuk sekolah favorit sering kali dibumbui dengan menolak bersekolah jika orang tua mereka tidak mampu mendaftarkan sekolah sesuai keinginan.
“Tidak bisa dipaksakan, saya dengan sampai ada yang anaknya menangis, memaksa mau sekolah di sekolah ini, kalau tidak masuk disitu, tidak mau sekolah, tidak bisa seperti itu,” kata Akhmad.
Padahal kualitas pendidikan sekolah negeri dan swasta tidaklah berbeda karena mengajarkan kurikulum yang sama. Disisi lain, setiap sekolah sudah memiliki standar kemampuan dalam menerima siswa baru, misalnya SMPN 1 Nunukan memiliki 9 ruang kelas belajar (RKB) untuk PPDB 2024, begitu pula SMPN 2 Nunukan.
Jumlah RKB yang disiapkan untuk siswa baru disesuaikan dengan banyaknya jumlah kelulusan murid kelas III, jika sekolah meluluskan 9 RKB, maka jumlah penerima siswa baru di PPDB harus 9 RKB.
“Ya, setiap RKB berisi 32 orang murid, kalau sekolah menyiapkan 9 kelas, maka jumlah siswa baru di SMPN 1 Nunukan yang akan diterima sebanyak 288 murid, begitu pula di SMPN 2 Nunukan,” tambah Akhmad.
Dengan terbatasnya penerima siswa baru di semua sekolah negeri, Akhmad pun mengajarkan anak-anak yang tidak lolos mengikuti PPDB bisa memilih sekolah swasta terdekat yang tentunya kualitas pendidikan tidak jauh berbeda.
Di samping itu, peran orang tua sangat penting untuk menjaga dan mengarahkan anak-anaknya agar tetap semangat bersekolah meski di swasta. Sebab, sekolah swasta atau negeri sama - sama mengajarkan pendidikan sesuai standar nasional.
“Jadi PPDB berakhir hari ini tadi pukul 12.00 Wita, tolong orang tua arahkan anaknya untuk bersabar apabila tidak lolos di sekolah negeri, selanjutnya mulailah mendaftar ke sekolah yang masih menerima peserta didik baru,” harap Akhmad. (raw/lim)
Editor : Azwar Halim