Ery Pengiran Siswa Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri 1 Krayan menorehkan prestasi di ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2024.
Ia meraih juara satu kategori lomba gitar solo FLS2N tingkat kabupaten Nunukan, yang digelar pada 15 – 16 Mei 2024. Ia berhasil mengalah belasan peserta yang mengikuti lomba tersebut.
Siswa Kelas XI SMAN 1 Krayan itu kemudian mewakili Kabupaten Nunukan untuk mengikuti lomba di tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Lomba FLS2N itu digelar 29 sampai 31 Mei 2024 di Tanjung Selor. Ia menorehkan prestasi lagi, dan berhasil meraih juara dua.
Untuk diketahui, FLS2N merupakan sebuah ajang kompetisi seni yang diadakan untuk siswa – siswi baik ditingkat SD, SMP, dan SMA.
Kepada Radar Tarakan, Ia merasa bersyukur bisa menorehkan prestasi di tingkat kabupaten dan provinsi pada kegiatan FLS2N tahun 2024. “Meski sempat gugup melihat peserta lain, namun saya tetap percaya diri dan tampilkan yang terbaik. Soal juara itu saya serahkan kepada Tuhan,” ujarnya.
Pada lomba tersebut, ia membawa dua lagu yakni, lagu wajib warnai negeri ini dan lagu pilihan busak baku. Meski baru pertama kali ikut FLS2N, ia bisa menunjukan bahwa anak dari perbatasan bisa bersaing.
Saat lomba, ia mengakui sempat kesulitan membuat dan membaca partitur gitar. Namun ada guru SMA Katolik dari Nunukan yang membantunya dan mengajarkan dirinya belajar partitur. Dengan latihan yang singkat itu, ia bisa menampilkan yang terbaik dan meraih juara dua.
“Sempat kesulitan untuk membuat dan membaca partitur. Karena saya disuruh buat partitur, jadi saya aransemen sendiri,” katanya.
Pada kesempatan ini, ia mengucapkan terima kasih kepada guru – guru yang sudah membimbing dirinya selama mengikuti kegiatan FLS2N. Dan berharap siswa SMAN 1 Krayan bisa lebih banyak lagi yang mengikuti kegiatan FLS2N.
Guru Pendamping Yohanes Tandi Aman, S.Pd mengatakan, selain berprestasi di bidang seni, Ery Pengiran juga berprestasi dibidang akademik. Ery Pengiran merupakan salah satu siswa pemukul gong di acara – acara adat dalam penyambutan tamu.
“Siswa SMAN 1 Krayan memang sangat aktif pada kegiatan seni. Tahun ini juga siswa SMAN 1 Krayan dapat undangan dari Malaysia (Lembang Serawak) untuk mengikuti kegiatan pesta “Nuba Laya” dan siswa kita peroleh juara tiga,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, juara dua yang ditorehkan oleh Ery Pengiran pada kegiatan FL2SN di tingkat provinsi Kaltara tersebut adalah sesuatu yang luar biasa bagi sekolah SMAN 1 Krayan. Sebab baru pertama kali ikut FLS2N, ada siswa yang lolos ke tingkat provinsi.
“Siswa SMAN 1 Krayan yang mengikuti lomba berjumlah enam orang dengan lima cabang lomba. Lomba solo putri, solo putra, kriya, instrument gitar, dan tari kreasi. Juara satu ditorehkan Ery Pangiran tingkat kabupaten Nunukan dan ada siswa mendapatkan juara tiga lomba kriya,” jelasnya.
Untuk seleksi, pihaknya melakukan disekolah SMAN 1 Krayan. Ada beberapa siswa yang mendaftar untuk mengikuti FL2SN. Guru melakukan seleksi pada setiap lomba yang diikuti. Kurang lebih satu bulan dilakukan pembinaan untuk mengikuti FLS2N.
FLS2N adalah lomba yang digelar setiap tahun. Di tahun 2024 ini, ada beberapa lomba yang diikuti.
“Sebelumnya ada O2SN, siswa SMAN 1 Krayan raih juara dua tingkat kabupaten. SMAN 1 Krayan juga ikut O2SN olimpiade sains, ada satu siswa yang mewakili kabupaten ke provinsi mata pelajaran biologi. Kemudian SMAN 1 Krayan mengikuti kegiatan genre dan meraih juara satu tingkat kabupaten, bulan enam ini akan mengikuti kompetisi di tingkat provinsi di samarinda. Kita juga sempat mengirimkan siswa seleksi paskibra tingkat kabupaten Nunukan,” ungkapnya.
Ia menuturkan, potensi siswa SMAN 1 Krayan sangat besar. Banyak siswa memiliki potensi dibidang olahraga, seni, dan akademik. Namun selama ini kendalannya adalah transportasi. Seperti lomba FLS2N, dari 14 cabang lomba hanya bisa mengikuti 5 cabang lomba. Sebab SMAN 1 Krayan berada didaerah perbatasan hanya bisa ke kabupaten dengan transpostasi udara.
“Kepala sekolah SMAN 1 Krayan Bapak Perminas, S.E dan semua guru sangat mendukung pada lomba FLS2N tahun ini,” ucapnya.
Ia berharap, semoga tahun depan bisa mengikutkan siswa di beberapa bidang lomba, untuk menyalurkan bakat siswa SMAN 1 Krayan pada kegiatan FLS2N, baik di tingkat kabupaten, provinsi bahkan di nasional.
“Di SMAN 1 Krayan memang masih kurang sarana dan prasarana. Untuk pengembangan seni masih terkendala belum memiliki guru seni yang bagroundnya pendidikan seni,” tuturnya. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah bisa memberikan perhatian kepada sekolah didaerah perbatasan. (adv/dob)
Editor : Azwar Halim